Wakil Ketua DPD RI Sebut Dua Penyebab Gejolak di Daerah

Wakil Ketua DPD RI Sebut Dua Penyebab Gejolak di Daerah
Wakil Ketua DPD RI, Dr. Nono Sampono saat memberikan Orasi Ilmiah di hadapan 183 Wisuda angkatan ke – 34 Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari di Manokwari, Papua Barat, Kamis (17/10). Foto: Humas DPD RI

jpnn.com, MANOKWARI - Permasalahan yang terjadi di daerah termasuk di Provinsi Papua Barat ini lebih banyak disebabkan oleh rendahnya pendidikan masyarakat dan tingginya permasalahan ekonomi. Sebagai negara kepulauan maka kedua hal ini sudah semestinya dipenuhi oleh pemerintah.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dr. Nono Sampono saat memberikan Orasi Ilmiah di hadapan 183 Wisuda angkatan ke – 34 Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari di Manokwari, Papua Barat, Kamis (17/10/2019).

Orasi ilmiah mantan Komandan Jenderal Marinir TNI AL ini berjudul “Dinamika Perkembangan Lingkungan Strategis Global serta pengaruhnya terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Saya teringat yang dikatakan Bung Hatta, bahwa masalah pendidikan dan ekonomi yang baik adalah kunci kesejahteraan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono menyayangkan ada indikasi paham fundamentalisme di dalam kampus, yang seharusnya menjadi dunia intelektual. Bahkan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Provinsi Maluku ini juga sangat menyayangkan paham fundamentalisme juga telah merasuk di dunia kemiliteran yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Paham fundamentalisme inilah yang menjadi ancaman nyata bagi kerukunan di Indonesia,” tegasnya.
Orasi ilmiah mantan Komandan Paspampres di hadapan para wisudawan ini dalam rangka melakukan kunjungan kerja ke indonesia timur dan juga untuk mendekatkan DPD RI dengan kalangan perguruan tinggi.(adv/jpnn)

Permasalahan yang terjadi di daerah termasuk di Provinsi Papua Barat ini lebih banyak disebabkan oleh rendahnya pendidikan masyarakat dan tingginya permasalahan ekonomi.


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News