Wakil Ketua MPR RI Tunggu Terobosan Mendikbud dan Menristek terkait Pancasila

Wakil Ketua MPR RI Tunggu Terobosan Mendikbud dan Menristek terkait Pancasila
Ahmad Basarah. Foto: Humas MPR

Sejarah seperti kaca benggala dimana bangsa Indonesia dapat mengetahui asal-usul perjuangan pahlawan-pahlawan pendahulu bangsa. Dari sejarah kita bisa petik pelajaran berharga. Sumpah Pemuda merupakan peristiwa persatuan bangsa Indonesia. Segenap pemuda menanggalkan identitas primordial dan melebur ke dalam identitas tunggal ke-Indonesia-an. Oleh karena itu peringatan 91 tahun sumpah pemuda harus dijadikan sebagai memori kolektif dan pemberi spirit kebangsaan kepada pemuda era milenial.

Pun demikian dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan Indonesia tidak datang tiba-tiba, melainkan berkat perjuangan darah dan air mata para syuhada bangsa dan Ridha Tuhan Yang Maha Esa.

"Oleh karena itu, negeri yang kita diami ini merupakan titipan atau warisan yang harus kita jaga dan kita rawat untuk anak-cucu kelak. Para pendahulu bangsa juga telah mewariskan seperangkat aturan bernegara yang telah disepakati sebagai konsensus dasar dan final bernegara yaitu ideologi Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Inilah prinsip dasar yang menjadi aturan bernegara yang harus kita patuhi dan sama sekali tidak bisa dinegosiasi dalam kondisi apapun," pungkas Basarah. (jpnn)

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menguraikan pentingnya pendidikan bagi bangsa Indonesia.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News