Warga Asing dan Syria Eksodus dari Damaskus

Korban Jiwa Terus Bertambah, Jenderal Assad Kembali Membelot

Warga Asing dan Syria Eksodus dari Damaskus
Warga Asing dan Syria Eksodus dari Damaskus
Bentrok sengit kemarin terjadi di Damaskus dan Aleppo. Pasukan Brigade Ke-4 di bawah komando Maher al-Assad, adik Assad, mengerahkan helikopter untuk menyerang para pejuang oposisi di ibu kota. Tentara Assad menggempur kawasan Barzeh, timur laut Damaskus. "Warga pun ramai-ramai eksodus," ujar seorang aktivis Syrian Observatory for Human Rights (SOHR).

SOHR menyatakan bahwa korban jiwa kekerasan di Syria hingga kemarin telah mencapai 19.106 sejak revolusi pecah pada Maret tahun lalu. "Korban terbanyak adalah warga sipil," beber Rami Abdel Rahman dari SOHR. Dia lantas merinci bahwa dari total korban tewas itu, 13.296 orang di antaranya warga sipil. Lalu, 4.861 lainnya adalah tentara Assad dan 949 pejuang oposisi.

Dalam perkembangan lain, seorang jenderal militer Syria kembali membelot kemarin. Jenderal yang tak disebutkan namanya itu menyeberang ke Turki dini hari kemarin untuk bergabung dengan para tentara desertir yang sembunyi di sana.

Dengan demikian, saat ini tercatat 25 jenderal Syria yang telah membelot dan bergabung dengan oposisi. Selain itu, banyak pula personel militer berpangkat lebih rendah yang telah bergabung dengan oposisi. (AFP/AP/RTR/cak/dwi)

DAMASKUS - Kekerasan dan situasi yang memburuk di Syria memaksa warga bergegas untuk menyelamatkan diri. Ribuan orang meninggalkan Damaskus dan sejumlah


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News