Warga Bima Tuntut Kementan Berpihak kepada Petani Bawang Merah

Warga Bima Tuntut Kementan Berpihak kepada Petani Bawang Merah
Iustrasi petani bawang merah. Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah aliansi masyarakat pemuda dan mahasiswa Bima (Alaram Bima) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Dalam aksi tersebut, massa meminta pemerintah hadir dalam menjawab problematika yang dihadapi petani bawang merah di Bima, NTB.

Koordinator Aksi Alaram Bima, Epink Yusriel mengatakan petani bawang merah di Bima saat ini sedang berada di ujung nestapa, nalar petani dipertaruhkan dengan nalar kekuasaan yang cenderung mengelola negeri dengan asas dan logika bisnis.

Padahal, kata dia, para petani mempertaruhkan semua hal agar panennya berhasil dan memliki nilai jual dengan harga sesuai ketentuan seperti yang telah diatur dan ditetapkan dalam Undang-undang Perdagangan Nomor 27 Tahun 2017 tentang penetapan harga acuan pembelian di petani dan harga acuan penjualan di konsumen.

“Dengan menimbang untuk menjamin ketersediaan, stabilitas dan kepastian harga bawang merah perlu melalukan perubahan terhadap acuan pembelian di petani dan harga acuan penjualan di konsumen/pasar,” kata Epink di Kantor Kementerian Pertanian, Senin (7/10/2019).

Menurut dia, harga acuan pembeli di petani adalah harga pembelian tingkat petani yang ditetapkan oleh menteri dengan mempertimbangkan struktur biaya yang wajar mencakup biaya produksi, biaya distribusi, keuntungan dan biaya lain.

Kemudian, kata dia, harga acuan penjualan di konsumen adalah harga yang sudah ditetapkan oleh menteri dengan mempertimbangkan struktur biaya yang mencakup antara lain biaya produksi, biaya distribusi, keuntungan dan biaya lain.

Di saat pesimisme petani menguat, kata dia, harusnya negara melalui Menteri Pertanian Republik Indonesia hadir untuk menjawab kompleksitas problem yang dirasakan oleh petani dengan kebijakan-kebijakan yang mendukung berdasarkan acuan UU Nomor 27 Tahun 2017.

“Tepatkah kebijakan import dengan kondisi petani dalam negeri saat ini? Sementara bawang merah hasil produksi para petani dalam negeri menumpuk. Negara harus pandai menghitung terhadap anjloknya harga bawang merah sebagai rasa keadilan terhadap petani bawang merah khususnya di Bima, NTB,” jelas dia.

Sejumlah aliansi masyarakat pemuda dan mahasiswa Bima (Alaram Bima) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News