Warga Indonesia Memilih Hadapi Pandemi Corona dengan Semangat Gotong Royong

Dari awalnya yang hanya melibatkan enam orang, kini ada 62 penjahit di Yogyakarta yang terlibat.
Baju hazmat buatan Mamajahit dibagikan gratis kepada tenaga medis, sementara biaya pembuatan baju hazmat Mamajahit sepenuhnya dibiayai dari donasi warga yang menyumbang.
"Paramedis di Yogya dan sekitarnya [kami minta] mengisi form di google spreadsheet terkait apa kebutuhannya dan di rumah sakit atau puskesmas mana mereka berasal."
"Setelah baju hazmatnya siap, kami distribusikan ke rumah sakit berdasarkan skala prioritas yang mendahulukan rumah sakit rujukan COVID-19," jelas Budhi.
Budhi mengatakan ada pula donatur yang memesan APD buatannya untuk dikirimkan ke rumah sakit lain di luar Yogya.
Harga baju Hazmat yang bisa digunakan berkali-kali adalah Rp125.000, sementara yang sekali pakai Rp60.000, sudah termasuk ongkos menjahit Rp15.000 per baju.
Ada pula donatur yang menyumbang kain, benang, bahkan makanan bagi para penjahit.
Gotong royong, salah satu identitas budaya bangsa Indonesia, telah membuktikan sebagai modal bersama dalam menghadapi pandemi virus corona
- Dunia Hari Ini: Israel Berlakukan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan
- Dunia Hari Ini: Amerika Serikat Sepakat untuk Membangun Kembali Ukraina
- Realisasi Investasi Jakarta Triwulan I-2025 Capai Rp 69,8 Triliun, Tertinggi di Indonesia
- Ibas Tegaskan Indonesia dan Malaysia Tak Hanya Tetangga, Tetapi..
- Dunia Hari Ini: Pakistan Tuding India Rencanakan Serangan Militer ke Negaranya
- Dunia Hari Ini: PM Terpilih Kanada Minta Waspadai Ancaman AS