Warga Myanmar di Australia Takut Perpanjang Paspor karena Tidak Mau Membahayakan Keluarga Mereka

Departemen Dalam Negeri mengatakan kepadanya bahwa mereka mendapatkan '"informasi yang tidak menguntungkan" untuknya dari kedutaaan dan paspornya dinyatakan telah dibatalkan.
Nwayoo sekarang diberi waktu 28 hari untuk memberikan penjelasan kepada pemerintah Australia.
"Kalau mereka tidak menerima penjelasan saya, saya harus kembali ke Myanmar," katanya.
"Kalau saya kembali ke sana, pertama-tama mereka pasti akan menangkap saya saat tiba di bandara. Kemudian mereka juga akan menahan keluarga saya."
Banyak paspor warga Myanmar lain di Australia tidak dibatalkan namun masa berlakunya hampir habis.
Prudence, juga bukan nama sebenarnya, mengatakan kepada ABC bahwa dia takut ke kedutaan untuk memperpanjang paspornya.
Dia khawatir akan dimintai berbagai informasi seperti nama anggota keluarga dan alamat mereka di Myanmar, hal yang bisa membahayakan keselamatan mereka.
"Saya mengambil risiko besar ini. Mereka (pemerintah junta) sangat berbahaya," kata Prudence.
Warga Myanmar yang menentang kudeta junta militer mengatakan kepada ABC bahwa mereka takut memperpanjang paspornya di kedutaan Myanmar di Australia
- Dunia Hari Ini: Israel Berlakukan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan
- Dunia Hari Ini: Amerika Serikat Sepakat untuk Membangun Kembali Ukraina
- Dunia Hari Ini: Pakistan Tuding India Rencanakan Serangan Militer ke Negaranya
- Dunia Hari Ini: PM Terpilih Kanada Minta Waspadai Ancaman AS
- Dunia Hari Ini: Sebuah Mobil Tabrak Festival di Kanada, 11 Orang Tewas
- Dunia Hari Ini: Siswa SMA Prancis Ditangkap Setelah Menikam Teman Sekelasnya