Warga Padang Krisis Air Bersih

Warga Padang Krisis Air Bersih
Warga Padang Krisis Air Bersih
Inna, 22, mahasiswi Universitas Negeri Padang, yang tinggal di kawasan tersebut, juga merasakan kekeringan. "Agar teman-teman tidak minder. Saya harus memakai wangi-wangian," ungkapnya.

Humas PDAM Padang, Alfitra menjelaskan tidak mengalirnya air PDAM ke rumah warga, karena kebocoran pipa akibat di hantam galodo Minggu (16/12) di Sungailareh yang menggangu pusat IPA PDAM Lubukminturun. Sebagian pipa tersebut pecah dan harus diganti. "Itu sebabnya air tidak bisa didistribusikan ke rumah warga," terangnya.

Pengaruh pecahnya pipa PDAM, aliran air terputus di daerah Balaibaru, simpang Taruko, Perumahan Indah Pratama dan Permata Suraugadang, dan kelurahan lainnya. Namun pihak PDAM sudah memperbaiki.  Meski sudah didistribusikan ke rumah warga kemarin sore, tapi diakuinya belum merata. "Karena masih ada pipa yang memiliki tekanan udara, yang dapat melawan tekan air yang mengalir ke pipa," katanya.

Untuk menormalkan kembali, kata Alfitra butuh waktu 6 sampai 12 jam. Dia berharap agar warga melakukan penghematan air, sebelum air lancar mengalir ke rumah warga.  "Apabila terjadi kekeringan di rumah masing-masing, mohon dihubungi pihak PDAM, agar kami bisa mengirimkan tangki air guna mengatasi krisis air bersih. Ini upaya agar pelanggan tidak merasa dirugikan," pintanya. (mg20)

SITEABA--PDAM Padang mulai memenuhi janjinya mendistribusikan air ke permukiman warga yang mengalami krisis air bersih. Namun, warga sempat kecewa


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News