JPNN.com

Warga Pendatang Sudah Ingin Kembali ke Wamena

Jumat, 04 Oktober 2019 – 21:22 WIB Warga Pendatang Sudah Ingin Kembali ke Wamena - JPNN.com
Evakuasi korban aksi demo di Wamena ke Jayapura dengan pesawat milik Polri. Foto : Dok.Humas Polda Papua/Antara

jpnn.com, WAMENA - Direktur Eksekutif Freedom Institute, Rizal Mallarangeng menuturkan interaksi kehidupan antara warga pendatang dan penduduk asli Papua sudah berjalan lama.

Menurut dia, interaksi yang berjalan harmonis itu harus diciptakan kembali agar tidak ada perpecahan. Terlebih masyarakat dari luar Wamena menginginkan segera kembali.

"Keharmonisan hidup berdampingan antara siapa pun yang tinggal di Bumi Cendrawasih sudah terpupuk dari dulu hingga sekarang. Adanya hoaks dan isu rasisme sangat disayangkan terjadi. Jadi jika ada kerusuhan seperti kemarin, maka itu pasti diciptakan oleh pihak lain yang ingin memecah belah," kata Rizal, Jumat (4/10).

Rizal mengimbau seluruh pihak termasuk warga Papua untuk lebih selektif menerima informasi. Kabar bohong yang sengaja diciptakan dinilainya bisa memunculkan gesekan dan perpecahan.

Rizal meyakini warga pendatang yang sudah lama menetap di Wamena akan kembali.

"Saya yakin, warga pendatang yang sudah lama tinggal di Wamena dan sudah menjadi warga lokal akan kembali ke Wamena. Karena selama ini, hubungan antara mereka dengan warga asli sudah sangat kondusif," terangnya.

Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang semakin kondusif pascakerusuhan pada 22 September lalu, membuat sebagian besar warga pendatang yang masih tinggal di pos-pos pengungsian ingin segera kembali ke rumah asalnya di kota tersebut.

Para pendatang, yang sudah 20 tahun tinggal, bekerja atau membuka usaha di Wamena, menyatakan sebelumnya tidak pernah ada masalah dengan warga asli Papua.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...