Warga Selandia Baru Muak dengan Pembatasan, Popularitas PM Jacinda Terjun Bebas

Warga Selandia Baru Muak dengan Pembatasan, Popularitas PM Jacinda Terjun Bebas
Arsip - Perdana Menteri Jacinda Ardern di Wellington, Selandia Baru, Oktober 2020. (ANTARA/Reuters/Praveen Menon/as)

jpnn.com, WELLINGTON - Sudah empat hari halaman gedung parlemen Selandia Baru diduduki para demonstran dan jumlah mereka semakin banyak pada Jumat.

Para demonstran menuntut pemerintah untuk mencabut mandat vaksin dan pembatasan COVID-19 yang ketat.

Mereka menolak mengakhiri demonstrasi meskipun sejumlah orang telah ditangkap.

Demonstrasi berlangsung sejak beberapa ribu orang, yang terinspirasi oleh aksi serupa di Kanada, menduduki halaman gedung parlemen di Ibu Kota Wellington.

Mereka memblokade jalan-jalan di sekitar gedung itu dengan truk, mobil, karavan, dan sepeda motor.

Pada Kamis (10/2), polisi menangkap 120 orang saat mereka berusaha membubarkan secara paksa para demonstran.

Pembubaran itu kemudian gagal karena para pengunjuk rasa menolak untuk dipindahkan.

Lewat pernyataan, kepolisian mengatakan pada Jumat bahwa tidak ada insiden penting semalam di halaman parlemen, meskipun dua orang lagi ditahan karena "perilaku terkait alkohol".

Beberapa bulan lalu, PM Selandia Jacinda Ardern masih jadi cerita sukses penanganan COVID-19 lewat pembatasan ketat. Kini, semua berubah

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News