JPNN.com

Warga Cilincing Terserang ISPA Diduga Akibat Polusi Udara dari Debu Batu Bara

Minggu, 01 September 2019 – 23:32 WIB
Warga Cilincing Terserang ISPA Diduga Akibat Polusi Udara dari Debu Batu Bara - JPNN.com
Perwakilan warga Cilincing, Jakarta Utara menggelar aksi protes terkait polusi udara diduga akibat debu batu bara di Marunda sehingga menyebabkan banyak warga menderita ISPA. Foto: Dok. Koalisi Ma

jpnn.com, JAKARTA - Polusi udara akibat debu batu bara di Marunda diduga menyebabkan banyak warga kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Koalisi Masyarakat Jakarta Utara melakukan aksi demonstrasi di depan PT. Karya Citra Nusantara (KCN), Sabtu (21/9). Salah satu tuntutannya yakni polusi udara yang dihasilkan PT. KCN telah merugian warga Jakarta utara.

“Kami di sini mendesak PT. KCN agar segera memberhentikan pengoperasian perusahaan karena telah melanggar hukum yang telah diatur oleh pemerintah dan harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan akibat dari operasi bongkar muat batu bara di pelabuhan tersebut,” ujar Koordinator Lapangan Koalisi Masyarakat Jakarta Utara, Laode Kamaludin seperti keterangan persnya diterima Minggu (1/9/2019.

Debu berwarna hitam pekat itu tampak jelas menempel di dinding dan kusen jendela salah satu warga Jakarta Utara, rumah Sugiyanto di Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Sugiyanto mengatakan debu hitam yang ia tunjukkan itu terhitung sedikit. Sebab, pada musim angin barat daya pada November–Februari, tebal tumpukan debu bisa lebih dari 1 sentimeter.

“Ini debu batu bara,” kata dia. Ia melanjutkan debu batu bara berbeda dengan debu pada umumnya, debu batu bara berdampak buruk bagi kesehatan. “Kalau terhirup, tenggorokan terasa gatal,” lanjutnya.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati, menjelaskan sampai saat ini pihaknya telah menganalisa bahwa penyakit yang paling banyak ditemukan adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Faktor nomor satu yang menyebabkan ISPA itu karena lingkungan (debu), bukan karena penularan,” ujar Yudi.

Manajer Kampanye Perkotaan dan Energi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Dwi Sawung, mengatakan debu batu bara sangat berbahaya untuk kesehatan manusia. Meskipun tidak melalui proses pembakaran, debu batu bara tetap menghasilkan particulate matter (PM) 2,5 yakni debu melayang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer atau 3 persen dari diameter rambut manusia.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fri