JPNN.com

"Wartawan Monster" Bunuh Diri

Selasa, 24 Juni 2008 – 11:08 WIB
TETOVO – Tidak berlebihan bila wartawan Macedonia ini dijuluki monster oleh mantan rekan-rekannya sesame kuli tinta. Pasalnya, demi untuk membuat tulisan tentang pembunuhan, dia sendiri yang justru melakukan pembunuhan. Bahkan, Vlado Taneski, nama wartawan tadi, juga menculik dan memerkosa korban-korbannya. Dan Senin pagi, pria 56 tahun itu ditemukan tewas di dalam selnya.

      Saat ditemukan tewas di dalam selnya, kepala Taneski ditemukan di dalam ember air. ’’Dia bunuh diri dengan memasukkan kepalanya ke dalam ember yang dipenuhi air. Tidak jelas bagaimana teman-teman satu selnya ataupun penjaga sampai tidak tahu apa yang dilakukannya,’’ kata juru bicara polisi Ivo Kotevski kepada AFP. ’’Akhir yang dia pilih mirip dengan film horor.’’

      Menurut polisi, semua yang menjadi korbannya adalah wanita lanjut usia. Wanita-wanita malang itu adalah para pekerja yang membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal Taneski. Dan saat ditemukan, anggota bagian tubuh-tubuh wanita itu dalam keadaan telanjang, dipotong-potong, dan dimasukkan dalam tas nilon, di beberapa tempat berlainan. Berdasarkan pemeriksaan polisi, wanita-wanita malang itu diperkosa dan mendapat perlakuan kejam, seperti dicekik dan dijerat dengan kabel telepon.

      Mayat tiga wanita malang korban Taneski itu pun telah diidentifikasi. Mereka adalah Zivana Temelkoska, 65 tahun, yang ditemukan tahun ini. Lalu, Ljubica Licoska, 56 tahun, ditemukan tewas tahun lalu, dan Mitra Simjanoska, 64 tahun, yang ditemukan tewas pada 2005. Selain itu, polisi pun mencari seorang wanita lain, yakni  Gorica Pavleska, 79 tahun yang dilaporkan hilang sejak 2003. Diduga, nenek inipun menjadi salah satu korban Kotevski.

      Beberapa kerabat korban mengaku pernah bertemu dengan TAneski saat mengumpulkan data untuk kelengkapan artikelnya. ’’Dia mendatangi rumah kami untuk menanyakan detil kejadian,’’ kata Zoran Temelkoski, putra Temelkoska kepada televisi setempat. ’’Siapa sangka pelakunya ternyata tetangga kami sendiri?’’

      Sedangkan saudara Licoska, Cvetanka mengatakan kalau dia sangat terkejut saat polisi mengatakan bahwa pelaku utamannya adalah wartawan itu. ’’Penemuan ini sangat mengejutkan saya. Apalagi, dia juga pernah datang untuk menanyakan detil kejadian,’’ katanya.

      Kecurigaan polisi kepada Taneski berawal karena dalam artikelnya menyebutkan detil pembunuhan yang oleh polisi tidak dipublikasikan.

       Agaknya, penampilan Taneski sama sekali tidak mengesankan sebagai seorang pembunuh berdarah dingin. Seorang tetangganya yang enggan menyebutkan nama bahkan mempunyai kesan positif pada pria paruh baya itu. ’’Dia adalah orang yang baik dan tetangga yang menyenangkan. Sulit dipercaya dia ternyata pembunuh,’’ kata tetangga TAneski. (AFP/AP/dia)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...