JPNN.com

Waspadai Bahaya Kabut Asap Bagi Kesehatan

Sabtu, 03 Agustus 2019 – 14:09 WIB Waspadai Bahaya Kabut Asap Bagi Kesehatan - JPNN.com

jpnn.com - Kabut asap seakan tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari, terlebih jika Anda tinggal di kota besar seperti Jakarta. Kondisi tubuh yang terpapar kabut asap setiap hari tidak boleh dianggap remeh. Segudang bahaya bagi kesehatan bisa mengintai, yang nantinya dapat mengganggu aktivitas Anda.

Dampak paparan kabut asap
Salah satu organ yang mendapat dampak dari paparan kabut asap adalah paru-paru. Menurut dr. Devia Irine Putri dari Klikdokter, dampak langsung yang akan dirasakan seseorang yang sering terkena kabut asap adalah infeksi paru dan saluran napas.

Masih menurut dr. Devia, kabut asap yang berasal dari rokok maupun kendaraan, bisa menyebabkan iritasi pada selaput lendir hidung, mulut dan juga tenggorokan. Dia menjelaskan bahwa orang yang bekerja di daerah padat seperti Jakarta rentan mengalami peradangan pada sistem saluran napas bila tak mengenakan masker.

“Bahkan jika terus-terusan terkena kabut asap, paru-parunya bisa jadi sesak juga, dan orang tersebut jadi sulit untuk bernapas,” ujar dr. Devia. 

Gangguan lainnya yang mungkin menyerang
Selain gangguan pada pernapasan, ada gangguan lainnya yang bisa menimpa Anda jika sering menghirup atau terkena kabut asap. Berikut ini adalah di antaranya:

1. Alergi
Selain munculnya infeksi pada saluran napas, Anda juga bisa mengalami alergi yang berkepanjangan. Alergi gatal maupun alergi yang menyebabkan flu, bisa mengintai Anda dengan mudah jika tidak melakukan pencegahan. 

“Sangat disarankan agar orang yang sering mondar-mandir di kota besar menggunakan masker, terlebih lagi jika orang tersebut menggunakan motor atau berjalan kaki untuk beraktivitas. Gunakan masker yang proper, yang menutupi hidung dan mulut secara menyeluruh untuk meminimalkan asap yang terhirup,” ujar dr. Devia 

2. Iritasi mata
Tidak hanya mengganggu sistem pernapasan, mata Anda pun juga bisa ikut teriritasi karena terkena kabut asap terlalu lama. Mulai dari terasa gatal, perih, mata berair, dan mata merah juga bisa terjadi.

Sumber klikdokter

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...