JPNN.com

BWC 2019

Yeo Jia Min, Gadis Pembunuh Raksasa dari Singapura

Rabu, 21 Agustus 2019 – 08:11 WIB Yeo Jia Min, Gadis Pembunuh Raksasa dari Singapura - JPNN.com

jpnn.com, BASEL - Gadis Singapura berusia 20 tahun itu, Yeo Jia Min namanya, membuat gaduh BWF World Championships atau BWC 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Selasa (20/8) malam WIB. Semua pencandu bulu tangkis, khususnya di Basel, membicarakan Yeo.

Hanya dalam waktu 40 menit, Yeo membunuh raksasa di nomor tunggal putri. Si peringkat satu dunia yang grafik permainannya lagi oke. Akane Yamaguchi namanya, dari Jepang, Negeri Sakura.

Yeo menang 21-14, 21-18. Tunggal putri peringkat 32 dunia itu berlutut dan kemudian bersorak kegirangan usai menggulingkan kandidat juara dunia tahun ini.

"Sejak awal, saya hanya mencoba fokus pada setiap poin dan berusaha tidak membuat kesalahan kecil seperti yang biasa saya lakukan. Saya mencoba mengendalikan emosi," tutur Yeo seperti dikutip dari situs bwf.

"Dia (Akane) sangat bagus dalam pertahanan sehingga saya mencoba untuk bersabar dan menemukan peluang untuk menyerang," imbuh pemilik suara lembut ini.

Yeo tak mau larut dalam kesenangan. "Tujuan saya memang mengalahkan pemain unggulan, pemain di atas saya. Dari awal undian, saya sudah tahu ada kemungkinan menemui pemain unggulan dari awal. Namun, saya juga harus sadar, ini turnamen, masih ada pertandingan lain," katanya.

Dia hanya berharap apa yang baru dilakukan bisa menginspirasi anak-anak muda lain di Singapura. “Di Singapura tidak banyak pemain berlatih penuh waktu, tidak banyak yang akan berhenti sekokah (untuk bulu tangkis). Saya berharap lebih banyak pemain muda ingin bermain bulu tangkis," ujar Yeo.

Di 16 Besar, Yeo ketemu Vu Thi Trang dari Vietnam. "Saya tidak mengenalnya dengan baik, tetapi saya bertekad melakukan yang terbaik untuk mencapai perempat final," pungkas Yeo.

BACA JUGA: Jojo dan Ginting Tembus 16 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2019

Sementara Akane, si raksasa yang tumbang, mengaku kaget dengan penampilan Yeo. "Saya tidak bisa menemukan irama. Saya terkejut dan terbawa gayanya bermain,” ucap Akane yang belum pernah menjadi juara dunia.

“Saya malah memukul kok ke arah yang dia inginkan, bukan ke tempat yang sulit. Itu alasan utama saya kalah," tutur Akane. (adk/jpnn) 

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...