Kamis, 28 Agustus 2014 | 04:15:41
Home / Berita Daerah / Banten / Kapal Militer AS Bolak-balik Selat Sunda

Minggu, 18 Maret 2012 , 14:16:00

BERITA TERKAIT

PULOMERAK -  Sejak beberapa pekan ini, aktivitas kapal militer asing di Selat Sunda meningkat. Ini lantaran adanya pemindahan 4.700 pasukan Amerika Serikat (AS) dari pangkalan militer AS di Okinawa ke beberapa pangkalan militernya di Pasifik, seperti Hawaii, Australia dan Philipina.
   
Data di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banten menyebutkan, 53 kapal militer asing melintas di Selat Sunda selama sebulan ini. Masuknya kapal militer asing di Perairan Selat Sundat tak bisa dielakan lantaran lintasannya berada di daerah luar Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia pada Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

Dalam kesepakatan hukum laut internasional disebutkan, kapal asing diperbolehkan melintas di zona tersebut tanpa perlu terlebih dahulu meminta izin kepada pemerintahan di wilayah tersebut. “Hampr tiap hari hampir selalu ada kapal perang AS, makanya pengawasan kita perketat,” Wakil Komandan Lanal Banten Mayor Laut (P) Robert Marpaung di ruang kerjanya, Sabtu (17/3).
   
Bahkan, katanya, dalam seminggu terakhir beberapa kapal perang Australia juga terlihat melintas di Selat Sunda. “Pemantauan terus kita lakukan, biasanya kalau ada kapal asing kita minta mereka tidak melintas di Perairan Indonesia,” ungkapnya.
   
Sementara itu, Danlanal Banten, Kolonel Laut  (L) Agus Priyatna mengatakan, dengan meningkatnya aktivitas pelayaran kapal militer asing di Selat Sunda membuat pihaknya lebih meningkatkan pengamanan. “Kita lakukan patroli di beberapa titik, ini untuk mengawasi kegiatan kapal militer asing yang mencurigakan,” kata.
   
Dalam setiap patroli pihaknya mengerahkan dua kapal yang masing-masing dilengkapi 20 personel bersenjeta lengkap. “Saat ini kami memiliki empat kapal patroli yang terdiri atas dari satu kapal berukuran 28 meter, satu kapal 12 meter dan dua kapal ukuran delapan meter,” jelasnya. (mg05/del)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 19.03.2012,
        15:52
        yosef
        di awasi aj tuh kapal2 AS sm australia. biarin aj walopun yg lewat kapal induk sm kapal selam nuklir, jangan takut. pasti mw main psy war
      2. 19.03.2012,
        10:19
        Pelaut
        Yg nulis artikel harus duduk sekolah lagi..

        Selat sunda didalam zee bukan diluar zee..
        Jadi karena ada ALKI maka kapal tsb bebes keluar masuk lewat ALKI, biasa aja lagi.. Toh alki yg bikin juga pemerintah kita.. From mobile
      3. 19.03.2012,
        09:29
        Ditto
        Patut di waspadai..apalagi kapal selamnya tuh From mobile
      4. 18.03.2012,
        23:38
        khamenei
        Hati2 ada maksud tertentu...siaga 1 dong. From mobile
      5. 18.03.2012,
        21:03
        arjuna
        Disuruh Ronda Siskamling saja pada malas, kok sok jadi pejuang. kampreeet
      6. 18.03.2012,
        20:52
        laskar hisbullah
        bangkitlah negeriku org kafir sdh didpn mata, jgn biarkan org kafir menjjah kita
      7. 18.03.2012,
        19:49
        Jimmy
        Tlonglah keberanian bangsa kita di tonjolkan, lw trs bgni bngsa lain akan ke enakan msuk k wilayah kita sesuka ya tnpa ada rasa takut. From mobile
      8. 18.03.2012,
        17:58
        Her
        Harusnya itu masuk wilayah kita,harusnya kita bisa mengubah peraturan internasional itu...lah mereka kan gak punya wilayah kepulauan
      9. 18.03.2012,
        16:15
        Kristian
        Apakah kita sudah benar2 siap atau hanya bisa melihat ? Mudah-mudahan kita bukan hanya disanjung, tapi kita juga bisa mendeteksi apakah lalu lalangnya kapal militer asing, juga mampu bisa mengantisipasi adanya ancaman2 terselubung.
        Thank's. From mobile