Selasa, 26 Mei 2015 | 08:38:15

Jumat, 03 Agustus 2012 , 19:56:00

JAKARTA-Raja Dangdut, Rhoma Irama, mengaku siap menghadapi panggilan dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta. Ia menegaskan bahwa apa yang disampaikannya dalam ceramah di Masjid Al Isra, Tanjung Duren beberapa waktu lalu adalah kebenaran.

"Apakah hal itu salah? Saya hanya menyampaikan kebenaran," kata Rhoma saat dihubungi wartawan, Jumat (3/8).

Yakin tidak salah, juru kampanye pasangan Foke-Nara itu menyatakan tidak khawatir dengan panggilan dari Panwaslu DKI. Ia merasa ceramahnya adalah kewajibannya selaku ulama bagi umat muslim Jakarta.

Bahkan sang Raja Dangdut itu akan menangani kasusnya sendirian tanpa bantuan pengacara. Ia pun mengaku menolak bantuan hukum yang ditawarkan oleh berbagai pihak.

"Tim Foke-Nara dan sekitar 5 kelompok lain menawari saya bantuan hukum. Namun saya tolak semua karena saya tidak takut," tegas ayah pedangdut Ridhoo Rhoma tersebut.

Rhoma juga menegaskan, dirinya sadar betul dengan isi ceramahnya dan tidak memiliki motif apapun selain ingin menyampaikan kebenaran. Namun, ia mengaku tak menyangka ceramah tersebut akan dipermasalahkan oleh Panwaslu DKI.

Mengenai ketidakhadirannya di kantor Panwaslu, Jumat (3/8), Rhoma beralasan sibuk. Ia mengaku saat ini sedang berada di Bogor, Jawa Barat.

 "Jadwal saya hari ini padat. Saya ada undangan ceramah dan jadi khatib shalat Jumat. Sekarang saya sedang berada di Bogor," pungkasnya. (dil/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar