Ketum PA 212: Jangan Salahkan Penonton Masuk ke Lapangan

Ketum PA 212: Jangan Salahkan Penonton Masuk ke Lapangan
#2019GantiPresiden: Mardani Ali Sera (kemeja putih) menyampaikan pesan kepada massa di lapangan Pasar Punggur Desa Punggur Kecil, Sungai Kakap, Kubu Raya. Foto: Andi Ridwansyah/Rakyat Kalbar

jpnn.com, JAKARTA - Cara aparat kepolisian dan Kabinda Riau dalam menyikapi salah seorang tokoh gerakan #2019GantiPresiden Neno Warisman, mendapat sorotan dari banyak kalangan. Ketua Umum PA 212 (Persaudaraan Alumni 212) KH Slamet Ma'rif berharap polisi tidak menghalang-halangi aksi ini.

"Jangan halangi kebebasan berpendapat yang dijamin UU dan tidak melanggar konstitusi. Aparat keamanan dan penegak hukum adalah wasit yang adil," kata Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 KH Slamet Ma'rif, kepada INDOPOS (Jawa Pos Group).

Jika aparat tidak berlaku adil, maka, menurut Slamet, jangan salahkan jika rakyat menjadi terpecah belah. "Jadi, wasit di lapangan jangan salahkan penonton masuk ke dalam lapangan, " ucapnya.

Dia menegaskan, dugaan tindakan persekusi aparat keamanan terhadap Neno Warisman di Bandara Riau, serta pembiaran sekelompok massa dalam mengusir massa pendukung #2019GantiPresiden, di Surabaya telah menciderai demokrasi dan kurang manusiawi.

"Gerakan #2019 Ganti Presiden sah secara konstitusi. Lindungi kami jangan dikasari, sayangi jangan dipersekusi, cintai jangan dibenci, " tegas Slamet.

Inisiator sekaligus deklarator #2019GantiPresiden Mardani Ali turut mengecam adanya persekusi yang marak terjadi di berbagai daerah. Mardani menyebut negara ini kalah dari preman.

"Kita menyaksikan, negara kalah oleh preman," ujar Mardani di akun resmi Twitter-nya, dengan menyertakan emotikon sedih, Minggu (26/8/2018).

BACA JUGA: Reaksi Keras Fahri Hamzah: Aku Muak!

Ketum PA 212 KH Slamet Ma’rif ikut menyesalkan cara aparat kepolisian dan Kabinda Riau dalam menghadapi Neno Warisman, aktifis gerakan #2019GantiPresiden.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News