Jumat, 19 September 2014 | 10:49:20
Home / Features / Berkunjung ke Pabrik Pembuat Kantong Darah Kawasumi di Thailand

Sabtu, 16 Juli 2011 , 21:01:00

Pabrik pembuat kantong darah Kawasumi di Thailand.
Pabrik pembuat kantong darah Kawasumi di Thailand.
BERITA TERKAIT

Tak ada yang berani main-main dengan darah yang akan didonorkan kepada pasien. Steril adalah harga mati. Tak heran bila pabrik pembuat kantong darah di Kawasumi, Thailand, menerapkan aturan superketat bagi siapa saja yang berkunjung ke lokasi tersebut. Berikut laporan wartawan Jawa Pos NUR AINI ROOSILAWATI yang baru pulang dari sana.
 
======================

SEKILAS, tak ada perbedaan antara pabrik Kawasumi Laboratories Co Ltd dan pabrik lainnya di Navanakorn Industrial Promotion Zone, Thailand. Tampak luar, model bangunannya pun sama. Namun, begitu masuk ke Kawasumi, pabrik pembuat kantong darah itu, alas kaki harus dilepas. Selanjutnya, diganti dengan sandal karet.

Tak hanya itu, pengunjung tak bisa bebas keluar masuk pabrik. Sejak didirikan pada 1978, tak sembarang orang bisa berkunjung ke pabrik tersebut.

Aya Watanabe, leader area marketing group overseas sales and marketing division Kawasumi Laboratories Inc, mengungkapkan, jika tak ada kepentingan atau tidak berkaitan dengan produksi kantong darah, jarang ada yang berkunjung ke tempat tersebut.

Kebetulan, Senin?Kamis (11?14 Juli) lalu, Jawa Pos bersama 37 wakil Palang Merah Indonesia (PMI) diundang untuk berkunjung ke pabrik tersebut. Tujuannya, mengetahui proses pembuatan kantong darah sekaligus bertanya langsung kepada produsen soal permasalahan yang dihadapi seharai-hari dalam bekerja.

"Sebenarnya, area ini sangat restricted. Tak sembarang orang boleh keluar masuk, termasuk karyawan. Untuk pengunjung pun, kami batasi tempatnya hanya bisa melihat dari lorong," kata Aya yang selalu menemani rombongan Indonesia.

Bahkan, sebelum masuk pabrik, seluruh anggota rombongan diminta menandatangani blanko yang berisi kesediaan untuk tidak meneruskan informasi yang terbilang rahasia itu kepada orang lain. Juga, tidak mengambil gambar selama kunjungan.

Selain terlarang, area tersebut supersteril. Termasuk, terhadap wartawan yang meliput. Bahkan, kesterilannya melebihi kamar operasi. Bila masuk ke kamar operasi, untuk keperluan liputan, wartawan hanya perlu menggunakan baju steril, masker, penutup kepala berbahan kertas, dan sepatu steril. Setelah itu, para awak media bisa bebas mengambil foto yang tentunya sudah atas persetujuan pasien serta para dokter.

Namun, ketika masuk pabrik pembuat kantong darah ini, pengunjung tak bisa langsung masuk dan berinteraksi dengan pegawai. Pengunjung hanya bisa melihat dari lorong kaca. Itu pun, sebelumnya, harus mengenakan baju steril berbahan kain parasut yang sudah disiapkan.

Awalnya, pengunjung masuk ruang ganti. Kemudian, mereka diminta mengenakan baju dan masker sekaligus penutup kepala yang sudah disiapkan. Bajunya berupa terusan, namun bagian bawahnya bukan rok. Melainkan, seperti celana panjang. Setelah itu, diminta menggunakan kaus kaki dan sepatu karet yang tentu steril juga. Ujung celana pun harus dimasukkan ke dalam kaus kaki. Prosedur selanjutnya, mencuci tangan dan mengeringkannya dengan mesin otomatis.

Begitu baju "astronot", minus helm, sudah digunakan, pengunjung harus masuk ruang kecil berukuran 1 x 2 meter yang hanya cukup untuk tiga orang. Ruang tersebut dinamakan air shower. Begitu dimasuki orang, 24 lubang di kanan dan kiri secara otomatis mengeluarkan angin.

"Ini untuk membersihkan debu yang menempel di baju atau sepatu. Area ini sangat steril, jangan sampai ada kuman atau bakteri penyebab penyakit yang masuk ke dalam area pabrik. Sebab, berkaitan dengan kantong darah yang kondisinya harus dipastikan steril juga," terang Aya.
 
Dari salah satu jendela kaca, pengunjung bisa menyaksikan kesibukan para pekerja yang sedang memasang jarum ke salah satu ujung kantong darah yang terbuat dari bahan pvc medical grade itu. Mereka juga mengenakan busana seperti yang dikenakan pengunjung.
 
Penanggung jawab pabrik, Siriporn, menjelaskan bahwa para pekerja diminta membersihkan diri terlebih dahulu sebelum keluar ruang kerja. Proses pembersihannya bukan dengan jalan mandi, melainkan menggerakkan alat semacam rol berbahan kaleng ke seluruh tubuh. Di bagian luar rol tadi ada semacam plester khusus.  "Jika dipakai di baju, rol itu agak lengket. Fungsinya mengambil sisa-sisa bahan yang mungkin menempel di baju," katanya.
   
Setelah proses pembersihan selesai, plester khusus tadi dilepas dan dibuang. "Sebelum ke luar ruang kerja, atau hendak masuk kembali, para pekerja akan masuk ruang air shower juga. Fungsinya juga sama," lanjutnya.
   
Prosedur pembuatan kantong darah dimulai dari proses weighing dan filtration. Setelah itu, masuk proses filling alat dan cairan. Salah satunya, cairan citrate phosphate dextrose adenim solution, yakni cairan untuk mencegah agar darah tak menggumpal selama tersimpan dalam kantong tersebut.

Sebelum di-packing, kantong darah diperiksa satu per satu. Tujuannya, agar tidak ada kesalahan ketika produk sudah beredar. "Proses packing dilakukan dua kali. Sebelumnya, kantong disterilisasi dengan alat khusus," lanjut Siriporn.

Begitu hendak pulang, pengunjung diminta kembali masuk ruang air shower, lantas ke ruang ganti. Baju, masker, kaus kaki, dan sepatu yang semula digunakan diletakkan di tempat khusus. Selanjutnya, semua perlengkapan itu akan dicuci dan disetrillkan kembali.

Manabu Takano, manager Asia and Ocenia Area Sales Group Overseas Sales and Marketing Kawasumi Laboratories Inc, mengatakan, salah satu kelebihan produknya adalah kemasan individual. Maksudnya, ada dua kemasan. Bagian luar adalah aluminium foil, dan bagian dalam adalah plastik kedap udara. "Jadi, meski aluminium foilnya dibuka, kondisi kantong darah masih steril. Sebab, masih ada individual plastik," paparnya.

Ketika ditanya mengenai berapa produksi kantong darah tiap hari, Takano belum bisa menyebut. Namun, Fredho Halim, direktur PT Frismed Hoslab Indonesia yang juga agen tunggal Kawasumi, mengatakan bahwa pembuatan kantong darah adalah made by order.

"Misalnya, saya order hari ini, baru bisa dikirim dua bulan kemudian. Tiap tiga bulan, saya order 120 ribu bags," katanya. Sebab, kantong darah memiliki masa kedaluwarsa pula, 21-42 hari, tergantung cairan yang dimasukkan ke dalamnya. Jadi, ketika ada permintaan, baru dibuatkan. "Tapi, yang order kan banyak. Bukan hanya Indonesia, tapi juga negara Asia lain. Jadi, memang tiap hari mesti produksi," lanjutnya.
   
Ada empat persediaan kantong darah. Kantong darah single dipakai untuk menampung whole blood atau darah lengkap. Ada juga double, yakni menampung sel darah merah dan plasma darah saja. Jenis triple menampung sel darah merah, plasma darah, dan trombosit. Sementara sediaan quadruple menampung sel darah merah, plasma darah, trombosit, dan komponen darah lainnya.
   
Fredho mengatakan, 60 persen kantong darah yang banyak dipesan adalah jenis single. Selanjutnya, masing-masing 20 persen adalah kantong darah double dan triple. Paling jarang adalah kantong darah quadruple.
   
Itu karena untuk memisahkan darah dari komponennya, dibutuhkan alat khusus. Sayang, belum semua unit donor darah memiliki alat canggih tersebut. Sehingga, persediaan yang ada hanyalah darah lengkap. "Padahal, ada kalanya, pasien tak perlu digerojok dengan darah lengkap. Cukup trombosit saja," ucapnya. (*)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        03:21
        awesome seo
        auDmfL Thank you for your blog.Really thank you! Much obliged. From mobile
      2. 25.02.2012,
        09:12
        Satiran
        Menarik sekali. kapan yaa Indonesia punya pabrik pembuat kantong darah biar PMI khususnya UTD lebih cepat dan gampang mendapatkan kantong darah. From mobile