Selasa, 23 September 2014 | 13:22:01
Home / Nasional / Humaniora / Moratorium Penerimaan CPNS Resmi 1 September 2011

Jumat, 19 Agustus 2011 , 23:22:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA — Tiga kementrian terkait sudah sepakat menghentikan sementara alias moratorium penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), yang berlaku 1 September 2011 hingga 31 Desember 2012. Rencananya, Mendagri Gamawan Fauzi, Menkeu Agus Martowardojo, dan Menpan-RB EE Mangindaan, menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang moratorium penerimaan CPNS itu pada 24 Agustus 2011.

"Insya Allah akan diberlakukan moratorium dengan pengecualian-pengecualian yang sangat ketat," ujar Gamawan di kantornya, Jumat (19/8).

Meski ada moratorium, namun ada sejumlah pengecualiaan, dengan tujuan untuk menjamin terselenggaranya pelayanan minimal. Misalnya, tetap menerima CPNS bidang kesehatan seperti dokter, untuk menggantikan yang pensiun. Tenaga bidang pendidikan seperti dosen, juga tetap direkrut. Dikatakan Gamawan, untuk PNS tenaga administrasi saat ini sudah membludak.

Dipaparkan Gamawan, jumlah PNS per 13 Mei 2011 sebanyak 4.708.330 orang atau memiliki persentase 1,98 persen dibanding jumlah penduduk sekitar 237 juta orang lebih. Menurut lokasi, jumlah PNS pusat sekitar 916.493 orang (19,5 persen) dan PNS daerah 3.791.837 orang (80,5 persen).

Kebijakan moratorium ini, kata Gamawan, akan disosialisasikan oleh tim reformasi birokrasi kepada gubernur dan bupati/wali kota.

Masa moratorium ini, lanjutnya, akan digunakan untuk menata kepegawaian, misalnya soal distribusi yang belum merata. Nantinya, jika ada kelebihan PNS dalam kabupaten/kota, bisa didistribusikan kepada daerah lain di satu provinsi yang kekurangan. "Sehingga tak harus menambah, tapi menggeser," kata Gamawan.

Hal yang sama juga diberlakukan untuk instansi pusat. Jika kementerian tertentu kelebihan jumlah PNS bidang tenaga administrasi, dilakukan pemindahan ke kementerian lain.

Terpisah, Menpan-RB EE Mangindaan menjelaskan, moratorium ini akan disepakati dalam bentuk penandatanganan SKB oleh tiga menteri terkait itu. Mangindaan pernah mengatakan, moratorium ini bukan berarti pemberhentian seluruh rekrutmen CPNS baru. Ada beberapa pos penting yang tetap membutuhkan regenerasi PNS baru melalu seleksi CPNS. Diantaranya tenaga sipir, tenaga pendidik dan kesehatan. (sam/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        08:45
        awesome seo
        rCH7zQ Thanks again for the article.Thanks Again. Great. From mobile
      2. 17.11.2011,
        17:03
        norma
        waduh,Pemerintah benar2 ya, menuntut anak bangsa untk terus melanjutkn pendidikan,tp ujung2nya tetap dibuang.klo kyk gini udah capek2 smp kuliah tinggi2 ngehabisin uang orang tua aja minjam sana sini,bt biaya kuliah.Pas udah selesai jd gk bs dftr cpns.aku hrs blng apa sm orang tua
      3. 17.11.2011,
        17:03
        norma
        waduh,Pemerintah benar2 ya, menuntut anak bangsa untk terus melanjutkn pendidikan,tp ujung2nya tetap dibuang.klo kyk gini udah capek2 smp kuliah tinggi2 ngehabisin uang orang tua aja minjam sana sini,bt biaya kuliah.Pas udah selesai jd gk bs dftr cpns.aku hrs blng apa sm orang tua
      4. 03.11.2011,
        10:46
        H.ARRIJALU RAYHATUL JANNA,S.Ip.MM
        sebaiknya untuk tenaga Honorer SATPOL PP Dan tenaga tehnis lainnya tetap ada karena didaerah masih sangat butuhkan untuk mengatasi kekurangan
      5. 29.10.2011,
        19:18
        Warga Keturunan
        Napain jadi PNS,mending jadi pengusaha aja deh bisa membantu negara
        dari pada PNS jadi beban negara aja dan bikin APBN jadi seret
      6. 26.10.2011,
        09:21
        yURy
        Moratorium ini hanya sementara,
      7. 20.09.2011,
        19:02
        bob
        tambah banyak pangangguran terdidik, seharusnya pemerintah menjamin rakyat untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak,sesuai UUD 45
      8. 17.09.2011,
        08:15
        lanang
        maaf pak amin yang bilang honorer banci, saya doakan semua keturunan anda nanti jadi honorer..
      9. 29.08.2011,
        22:24
        ramli
        saya tidak setuju dengan adanya moratorium karena sangat merugikan bagi guru honor yang sudah mengabdi sekian tahun
      10. 28.08.2011,
        09:17
        amin
        Harusnya tenaga honorer harus dihapuskan karena jg penerimaannya sistem koneksi, tenaga honorer itu banci tidak mau secara fair ikut ujian umum, tidak kompeten, parasit