Sabtu, 25 Oktober 2014 | 17:12:06
Home / Politik / Legislatif / Ketua Banggar DPR Ditolak Reses di NTT

Jumat, 11 Mei 2012 , 01:16:00

BERITA TERKAIT

LARANTUKA - Ketua Badan Anggaran DPR RI, Melkianus Markus Mekeng ditolak Camat Tanjung Bunga, Mans Koten saat melakukan reses di Waiklibang, ibukota Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur. Mans menolak mengijinkan penggunaan aula kecamatan. Selain itu, ia juga melarang 16 kepala desa di wilayahnya dan memprovokasi warga agar tidak menghadiri pertemuan dengan Mekeng.

Sekretaris Mekeng, Herman Hayong ketika dikonfirmasi wartawan di Larantuka, Kamis (10/5) membenarkan hal itu. Ia menyebut,  sehari sebelum pelaksanaan kegiatan, camat memberi ijin penggunaan aula. Namun, pada hari pelaksanaan, melalui staf kecamatan, ia melarang penggunaan aula tersebut.

Ia menuturkan, rombongan Mekeng tiba di Waiklibang pukul 10.00 Wita. Saat itu, di kantor camat hanya ada staf kecamatan. Camat sendiri menghadiri kegiatan bulan bakti gotong royong tingkat provinsi NTT di Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur yang dibuka Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

"Melalui telepon ke staf kecamatan, camat perintahkan untuk tidak mengijinkan pengunaan aula. Meski kita sewa pakai, mereka tetap tidak ijinkan. Padahal aula sedang tidak digunakan," katanya. Mekeng akhirnya bertemu dengan masyarakat di bawah pohon beringin. Peristiwa itu membuat Mekeng kecewa.

Ketika meresmikan gedung pemuda milik Keuskupan Larantuka, Kamis (10/5), ia meminta Bupati Flores Timur, Yoseph Lagadoni Herin untuk menindak camat dimaksud. Mekeng menyebut, tindakan camat yang memprovokasi warga untuk tidak bertemu dirinya tidak dapat dibenarkan. Pasalnya, sebagai wakil rakyat, dirinya berkewajiban untuk menggali aspirasi dengan cara bertemu langsung dengan masyarakat.

"Sebagai PNS, camat harusnya netral. Tidak boleh ada warna. Kalau masyarakat lihat ada PNS yang bekerja untuk kepentingan politik tertentu laporkan. Saya harap kejadian yang sama tidak terjadi pada teman-teman lain," ujarnya dalam acara yang dihadiri Uskup Larantuka, Mgr. Frans Kopong Kung, Pr serta bupati dan wakil bupati Flores Timur.

Sementara itu, Bupati Flores Timur, Yoseph Lagadoni Herin dalam acara itu meminta maaf kepada Mekeng atas ulah bawahannya tersebut. Meski demikian, ia meminta DPD II Golkar Flores Timur untuk membangun koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah untuk menghindari terulangnya peristiwa serupa. (krf2/ito)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar