Jumat, 24 Oktober 2014 | 22:27:14
Home / Pendidikan / Ternyata, Kota Pelajar Biasa-biasa Saja

Kamis, 23 Mei 2013 , 19:43:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Yogyakarta dikenal sebagai 'Kota Pelajar'. Namun nyatanya, dari hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK tahun 2013 ini, Yogyakarta tidak menorehkan prestasi di level nasional.

Memang, dari 19.859 siswa tingkat akhir di SMA/SMK yang ada di Kota Gudeg ini, yang tidak lulus hanya 15 siswa atau 0,08 persen.

Tapi, untuk urusan siswa peraih nilai rata-rata UN tertinggi, dari siswa yang masuk 12 besar, tidak satu pun berasal dari Yogyakarta. Masih mending DKI Jakarta, yang tiga siswanya masuk daftar 12 siswa peraih nilai UN tertinggi.

Berdasar data yang dirilis Mendikbud Moh Nuh di kantornya, Kamis (23/5), siswa peraih nilai UN yang masuk 12 besar terbanyak dari SMAN 4 Denpasar, yakni 5 siswa.

Begitu pun, dalam daftar 10 besar sekolah peraih nilai rata-rata UN tertinggi, tak satu pun sekolah di Yogyakarta yang masuk di dalamnya. (sam/fat/jpnn)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 13.06.2013,
        07:20
        Alexander
        Coba aja survei lulusan dari DKI dan BALI di Perguruan Tinggi? Apakah jejak rekam nilainya masih sesuai dengan prestasi yang diraih dlu?
      2. 05.06.2013,
        16:13
        yogyakarta itu biasa saja
        Maaf sebelumnya, jangan asal menghakimi dulu :) kurikulum di seluruh daerah memang sama. tapi, tingkat kesukaran soal UNnya lah yang dibedakan. contoh mudahnya di jogja kita belajar 20+20=40. sedangkan di irian sana belajar 5+5=10 dan di Bali 10+10=20. siswa sama-sama belajar penjumlahan tetapi dengan kesenjangan kesukaran. Dan untuk predikat 'kota pelajar', itu disematkan karena jogja adalah kota destinasi utama para pelajar (maupun mahasiswa) yang akan meneruskan pendidikan yg lebih tinggi. Dan karena juga terkenal akan kejujurannya. Bukan karena nilai UN. Kalau tdk percaya, coba saja siswa jakarta atau bali yang baru lulus dari SMPnya, mencoba peruntungan mencari sma di jogja. Nanti akan berbeda kok suasananya. Yang pasti nilai UN sama sekali tdk menjamin :) From mobile
      3. 25.05.2013,
        07:44
        ZIZI
        jangan dilihat dari segi nilainya saja, kejujuran dalam mengerjakan UN juga harus diperhatikan. Untuk mendapat generasi yang baik kejujuran nomor satu. Yogyakarta Kota Pelajar! From mobile
      4. 24.05.2013,
        16:22
        BanggaJadiSiswaJogja
        Tak usah merendahkan begitu. Buktinya jumlah anak yang tidak lulus di Provinsi Jakarta ada 76 anak dan Provinsi D.I. Yogyakarta hanya 18 anak.
      5. 24.05.2013,
        11:45
        subur
        'BODOH' berarti DKI yang pintar cuma satu siswa,yang lain kaya ayam kali ya From mobile
      6. 24.05.2013,
        10:03
        mr bean
        Dasar otak udang. Pendidikan tdk valid jika dilihat hanya dari segi kognitif. Presentasi kriminalitas adalah toloukur pendidikan From mobile
      7. 24.05.2013,
        09:14
        peduli pendidikan
        Nilai un tinggi bukan jaminan kualitas SDM nya..
        From mobile
      8. 24.05.2013,
        07:52
        Zaduna
        Kota Yogya memang tidak terlalu berprestasi dalam UN, tetapi Kota Yogya selalu meraih SNPTN tertinggi se-Indonesia. Itu berarti Yogya masih pantas dikatakan sebagai Kota Pelajar.
      9. 24.05.2013,
        06:08
        MSOLIKIN
        Mengapa yang dibahas hanya prestasi angka UN. Mana yang membahas kejujuran dalam mengerjakan UN?
      10. 23.05.2013,
        23:48
        brandal lokajaya
        jg terlalu percaya dg prestasi UN..., ini pesan eyang guru