Kamis, 23 Oktober 2014 | 20:06:23
Home / Berita Daerah / Aceh / Ratusan Polisi-TNI Kepung Pedalaman Peureulak

Kamis, 13 Juni 2013 , 08:50:00

BERITA TERKAIT

PEUREULAK - Seratusan aparat keamanan dari Kepolisian dan TNI terus melakukan penyisiran dan blokade di kawasan pedalaman Ranto Peureulak dan Peureulak Kota. Hal ini untuk mencari Malcolm Primrose (62), yang sebelumnya diculik kawanan OTK bersenpi.

Hingga tadi malam pekerja Medco E&P Malaka berkebangsaan Inggris tersebut belum berhasil ditemukan.

Korban juga diketahui sebagai subkontraktor PT. Medco E&P Malaka, dari Blok A PSC, Blade Engenering.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Muhajir, Sik saat di konfirmasi Metro Aceh (Grup JPNN) pada Rabu (12/6) siang mengatakan  pihaknya telah menerjunkan sedikitnya 100 orang personil polisi, dan meminta bantuan petugasl TNI untuk melakukan penyisiran pedalaman di Aceh Timur.

Terkait insiden kemarin, pihaknya telah memeriksa 10 orang saksi, yaitu karyawan PT. Medco, termasuk saksi utama yaitu supir Pajero Sport yang membawa korban saat kejadian.

“Kita perkirakan korban masih di wilayah Aceh Timur dan menduga pelaku berjumlah 4 hingga 6 orang,“ ujarnya.

Kapolres juga meminta kepada masyarakat untuk terus memantau lingkungan masing-masing.

”Jika ada gerak-gerik yang mecurigakan atau ada kelompok bersenjata, melintasi kawasan penduduka tolong segera laporkan ke pihak kepolisian terdekat, “ pungkas Kapolres Aceh Timur.

Seperti diberitakan kemarin, empat Orang Tak dikenal (OTK) menggunakan senjata api laras panjang dan pendek, menculik Marcam (60). Korban berstatus warga Negara Inggris, terdaftar sebagai pekerja Camponymen SUB PT. Medco, Selasa (11/6) siang sekira pukul 11.00 WIB.

Karyawan pengeboran minyak tersebut dipaksa turun dari mobil yang dihadang saat melintasi kawasan Simpang Palang Desa Lubuk Pempeng, Peureulak Kota, Aceh Timur.

Kapolres Aceh Timur AKBP Muhajir,SIK, saat dikonfirmasi Metro Aceh  membenarkan kejadian tersebut. "Kronologis penculikan ketika Marcam bersama dengan  saksi/sopir PT Medco, Danial (39), baru saja pulang dari lokasi pengeboran minyak, di Matang Satu, Blang Simpo mengenderai mobil dinas perusahaan. Mereka hendak menuju basecamp untuk beristirahat, namun tiba-tiba kenderaan Pajero Sport dihadang para pelaku," terang Kapolres.

Sempat terdengar suara tembakan senjata laras panjang, lalu mobil berhenti dan penumpangnya dipaksa turun. Selanjutnya korban dibawa kabur ke arah Simpang Kliet, dengan menggunakan mobil Avanza warna hitam tanpa  plat. Kondisi Marcam saat itu dengan tangan terikat. Sementara saksi yang juga supir, Danial dilepaskan untuk melaporkan kejadian kepada aparat sekaligus atasannya, sekira pukul 14.30 WIB.

Perusahaan Prihatin


Pihak PT Medco E&P Indonesia sangat prihatin atas terjadinya insiden keamanan, di lokasi operasional di wilayah kerja Blok A, di Aceh Timur. Dalam keterangannya kepada Metro Aceh, mereka menyebutkan telah bertindak cepat dengan melaporkan kejadian ke aparat keamanan, pemerintah daerah, SKK MIGAS dan Kedutaan Besar Inggris.

Perusahaan juga langsung berkoordinasi dengan pihak keamanan dan Pemda setempat untuk mendapat informasi keberadaan Pekerjanya yang hilang.

 “Semua pihak berupaya keras sejak kejadian, sepanjang malam sampai dengan saat ini untuk mengetahui keberadaan korban. Perusahaan dengan dukungan aparat baik pusat maupun daerah terus melakukan upaya-upaya untuk kembali Malcom dengan selamat,” sebut pihak PT. Medco.

Perusahaan menyatakan keprihatinan yang mendalam terhadap kejadian ini dan akan terus melakukan upaya semaksimal mungkin bersama dengan aparat keamanan agar yang bersangkutan dapat dibebaskan dengan selamat. 

Perusahaan juga berharap agar situasi keamanan di Aceh Timur dan khususnya di wilayah kerja operasional kembali kondusif. Semua pihak berharap keadaan kembali normal agar iklim investasi dapat terus berlangsung. (yas)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 13.06.2013,
        10:23
        bayangan
        Warga Inggris diculik,dikerahkan ratusan aparat utk mencari.Semoga standart spt ini juga digunakan jika ada WNI yg diculik