Jumat, 25 Juli 2014 | 17:34:34
Home / Kriminal / Toke Karet Tewas Ditembak di Kamar Hotel

Minggu, 25 Agustus 2013 , 12:47:00

BATURAJA-Ahmad Sulaiman (58) menjadi korban dari penembak misterius (petrus). Warga Dusun V Rasuan, Kecamatan Suku Madang I, OKU Timur tewas setelah ditembak dua kali di kepala oleh orang tak dikenal. Saat sedang akan mandi di Hotel Mutiara Gading (MG) kamar nomor 103, Baturaja, Sabtu (24/8) sekitar pukul 05.10 WIB.  


"Mendapat laporan, kami langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara Red). Hasilnya, kami menemukan selongsong amunisi 9 mm," kata Kapolres OKU, AKBP Muyadi SIk MH kepada wartawan, Sabtu (24/8).  

Dari Informasi yang diterima , korban yang dikenal, toke karet, duku serta juragan ayam dan ikan lele itu, ditemukan tewas dalam kondisi terlentang di ranjang hotel. Belum diketahui pasti pelaku dan motif penembakan tersebut.  

"Barang-barang korban tidak ada yang hilang. Saat ini kasusnya masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi. Kami belum tahu pasti motif pembunuhan tersebut karena masih lakukan penyelidikan," lanjutnya.  

Sementara, pemilik hotel MG, H Siswanto menceritakan, korban merupakan langganan tetap hotelnya. Dalam seminggu, korban bisa dua sampai tiga kali menginap dihotelnya, dan selalu menggunakan kamar yang sama. Yakni, nomor 103 yang letaknya di depan meja repsesionis. "Korban dikenal dengan julukan pakde," ujarnya.  

Siswanto menambahkan, korban mulai masuk kamar sejak, Rabu (23/8) sekitar pukul 17.30 WIB seorang diri. Sekitar pukul 19.00 WIB, korban sempat memesan nasi.  

"Seperti biasa. Dia menginap tidak lebih dari satu hari. Dan korban ini memang tidak pernah mengunci pintu kamarnya. Setiap disarankan untuk menutup pintu, selalu membantah. Hanya menjawab biarkan saja," urainya.  

Dari laporan pegawainya, Ipul, Siswanto menceritakan, peristiwa pembunuhan di kamar hotelnya tersebut terjadi sekitar pukul 05.10 WIB. Saat itu hotel sedang sepi. Tiba-tiba terdengar suara letusan tembakan sebanyak dua kali tanpa jeda.  

Mengetahui hal itu, Ipul yang berada di lantai dua langsung turun. Kemudian, melihat orang tidak dikenal memegang senjata api di tangan kanan keluar dari kamar korban. Melihat orang yang diduga pelaku keluar, Ipul terkejut dan hanya diam tak bisa bergerak.   

"Kata Ipul, pelaku sempat bilang kepadanya, "itu Pakde". Saat Ipul menuju kamar, korban sudah tewas bersimbah darah dengan masih menggunakan kalung emas berukuran besar. Kira-kira sekitar 20 suku," cerita Siswanto.  Sedangkan diduga pelaku keluar hotel tanpa alas kaki. "Sesuai cerita Ipul, pelaku pakai celana Levis pendek, bertubuh gempal, hitam dan berewokan," imbuhnya.  

Andri, anak angkat korban, menceritakan dalam keseharian, Ahmad Sulaiman tak banyak ulah. Korban ramah dan baik kepada keluarga, teman dan tetangga. "Jangankan untuk punya musuh. Ribut pun korban tidak pernah. Beliau (Korban Red) mempunyai sembilan anak kandung," ucapnya. (Gsm)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        09:46
        good backlinks
        thgjEM I value the article post.Really thank you! Much obliged. From mobile