SIMAK: Penjelasan Dokter tentang Gejala dan Cara Mengatasi DBD

SIMAK: Penjelasan Dokter tentang Gejala dan Cara Mengatasi DBD
ILUSTRASI. FOTO: Wikimedia.org

jpnn.com - KUPANG – Direktur Rumah Sakit Katolik St. Carolus Borromeus Kupang, dr. Herly Soedarmadji menjelaskan menjelaskan demam berdarah dengue (DBD) merupakan infeksi yang disebarkan oleh virus dengue yang mengakibatkan demam, pendarahan signifikan yang dapat berakibat shock bahkan kematian.

Seseorang bisa terkena DBD jika digigit oleh nyamuk aedes aegypti yang mengandung virus dengue. Virus ini berkembangbiak dalam kelenjar getah bening. Gejalanya seperti demam tinggi, sakit kepala, mual, mimisan dan nyeri otot. Dampak lanjutannya berupa kebocoran pembuluh darah dan rendahnya trombosit darah.

Untuk mengatasi gejala yang ada, kata Herly, penderita perlu diberikan obat penurun demam, teh, sirup, susu, sari buah, oralit dan makanan bergizi.

“Perhatikan tubuh anak. Jika ada bercak kemerahan, haruslah dikompres. Bila masih panas, segera bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat," katanya seperti dilansir Timor Express (Grup JPNN), Jumat (12/2).

Herly berharap, masyarakat harus punya upaya preventif sendiri untuk mencegah penyakit DBD. Selain melalui pengasapan (fogging), penebaran abate (abatisasi), masyarakat bisa menghidupkan kembali gerakan 3 M; menutup, menguras dan menimbun.

Ia mengimbau warga untuk menutup rapat-rapat bak penampung air agar nyamuk tidak bersarang di dalamnya. Sebab, nyamuk aedes aegypti senang menetas di air bersih yang tergenang. Kuraslah bak mandi, minimal satu minggu sekali. Serta timbunlah kaleng dan wadah kosong yang berisi air di dalam tanah, agar nyamuk tidak menemukan tempat untuk bertelur. "Utamakan kebersihan untuk kesehatan," tegas Herly.(cel/fri/jpnn)


KUPANG – Direktur Rumah Sakit Katolik St. Carolus Borromeus Kupang, dr. Herly Soedarmadji menjelaskan menjelaskan demam berdarah dengue (DBD)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News