1.000 Lubang Galia Untuk Jenazah Korban Gempa Palu

1.000 Lubang Galia Untuk Jenazah Korban Gempa Palu
Pandangan dari udara kawasan tepi pantai Palu usai tsunami. Foto: Jewel Samad/AFP

jpnn.com, PALU - Jumlah korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah terus bertambah seiring proses evakuasi yang masih berlangsung. Pasalnya, masih banyak korban tertimbun yang belum ditemukan.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, selain mencari, kini mereka mulai fokus memakamkan para jenazah korban terdampak bencana.

Pasalnya, setelah beberapa hari pascakejadian, jasad sudah mengeluarkan aroma tak sedap.

"Ini akan dilakukan pemakaman massal di TPU Poboya, Kota Palu. Sudah digali. Ada 1000 ruang di sana," ujar Sutopo di Jakarta, Senin (1/10).

Prosesi pemakaman akan dilakukan secara layak. Menurut Sutopo, jenazah akan dipilah sesuai jenis kelamin. Selain itu, jenazah akan didoakan terlebih dulu sebelum dimakamkan.

Sementara itu, untuk korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah bertambah jadi 844 Orang. Data ini telah diperbarui pada Senin (1/10) siang

“Korban meninggal paling banyak berada di Palu, yakni 821 orang. Sebanyal 744 jenazah di antaranya sudah teridentifikasi,” sambung dia.

Kemudian, di wilayah Parigi Moutong ada 12 orang meninggal dan di Donggala 11 orang meninggal. (cuy/jpnn)

Prosesi pemakaman para korban tewas akibat gempa dan tsunami Palu akan dilakukan secara layak.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News