30 Persen Siswi Terlibat Prostitusi

30 Persen Siswi Terlibat Prostitusi
30 Persen Siswi Terlibat Prostitusi
"30 persen pelajar setingkat SMA dan SMK yang ada di Kota Tebingtinggi terlibat didalam jaringan prostitusi dik alangan pelajar untuk memuaskan om-om lelaki hidung belang," demikian kesimpulan Lapan.

Kedepan, untuk mengatasi permasalahan sosial tentang prostitusi di kalangan pelajar itu, Lapan akan membuat sosialisai disekolah-sekolah untuk menghindarkan agar jangan banyak lagi pelajar yang terjerumus kedalam jaringan prostitusi terselubung dan bahaya penyakit Aids yang selalu mengintai generasi muda.

Hasil penelusuran Sumut Pos yang dilakukan, malam Minggu lalu (5/5) sekira pukul 12.30 WIB di sebuah tempat mangkal minum di Jalan Sudirman Kota Tebingtinggi yang berhasil menemui agen (germo) dari para mucikari, IR (25) warga Tebingtinggi seorang Waria mengatakan bahwa untuk memesan cewek masih pelajar harus merogoh kocek banyak. Untuk pelajar sekolah berumur 16 tahun atau kelas II SMA harus mengeluarkan uang sebesar Rp1 juta hingga Rp2 juta.  "Itupun hanya untuk kelas short time," kata IR.

Masih menurut IR, katanya kalau untuk kelas hingga boking satu malam bisa mencapai Rp2,5 juta. Itupun dengan garansi pihak germo harus ikut mengawal agar tidak terjadi apa-apa dengan pelajar tersebut. Peraturan dan perjanjian yang dibuat pelaku prostitusi ini kepada pelanggan sex itu harus memakai alat pelindung seperti kondom. "Itu untuk menghindari supaya tidak terjadi kehamilan pada sang pelajar, kami tetap selalu memberitahunya agar jangan keblabasan," ungkap IR.

TEBING TINGGI- Sebanyak 30 persen pelajar setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Tebingtinggi terlibat

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News