34 Puisi Esai Bisa Diakses di Facebook

34 Puisi Esai Bisa Diakses di Facebook
Diskusi pro kontra puisi esai ke 6 yang diselenggarakan Yayasan Budaya Guntur. Foto: Ist

"Begitu banyak pembaruan dilakukan di bidang teknologi, bisnis dan politik yang sudah mengubah hidup kita. Para sastrawan, penulis, jurnalis juga merespons zaman ini dengan kreativitas yang sama. Mereka melakukan hal yang belum pernah dilakukan generasi sastrawan sebelumnya: membangun gerakan kultural, swadaya, merekam batin Indonesia di 34 provinsi melalui 34 buku puisi esai," kata Denny.

Keseluruhan buku itu, ujar Denny, bisa diakses oleh siapa saja, kapan pun, di mana pun sejauh ada internet.

Sebanyak 34 buku itu abadi dipublikasi di Facebook perpustakan puisi esai.

Belum pernah terjadi sebelumnya pula sebuah genre baru sastra bisa diakses dan dibaca begitu mudah di sosial media.

"Aneka pembaruan dalam isi puisi, cara penulisan, media penyebaran, komunitas dan kuantiti jumlah karya, sah sudah di tahun 2018 memang telah lahir angkatan baru sastra Indonesia, angkatan puisi esai," ujar Denny. (flo/jpnn)


Publik luas bisa belajar kearifan lokal ragam budaya nusantara dengan mudah karena karya puisi esai disampaikan dengan bahasa yang komunikatif.


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News