4 Fakta Kasus Penembakan Ustaz di Tangerang, Nomor 1 Sungguh Tak Diduga

4 Fakta Kasus Penembakan Ustaz di Tangerang, Nomor 1 Sungguh Tak Diduga
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri saat menunjukan Y salah satu pelaku penembakan ustaz ketua majelis taklim yang juga paranormal di Tangerang, Banten. Foto: Fransiskus Adryanto Pratama/JPNN.com

Tersangka M dendam karena istrinya pernah disetubuhi korban pada 2010.

Saat itu istri M berobat kepada A perihal pemasangan susuk.

Dendam M makin menjadi-jadi saat mengetahui kakak iparnya juga pernah disetubuhi A pada 2015.

"Ini yang membangkitkan motif. Pelaku sudah tenang, dipicu lagi kakak iparnya yang diduga kuat juga memiliki hubungan khusus dengan korban," ujar Tubagus.

3. Pembunuh Bayaran

M menggunakan jasa pembunuh bayaran, yakni, K dan S untuk menghabisi nyawa korban.

Yusri mengatakan bahwa K dan S mendapatkan upah Rp 50 juta usai menembak korban. Adapun M adalah pengusaha angkutan umum di Banten.

"Yang dikeluarkan M Rp 60 juta. Rp 50 juta untuk eksekutor (K dan S, red) dan Rp 10 juta untuk Y sebagai penghubung (antara M dengan K dan S)," ujar Yusri.

Berikut deretan fakta kasus penembakan ustaz ketua majelis taklim di Tangerang yang dilakukan pembunuh bayaran, simak selengkapnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News