4 Jenis Skimming ATM dan 6 Cara Mencegah Agar Anda Tidak jadi Korban

4 Jenis Skimming ATM dan 6 Cara Mencegah Agar Anda Tidak jadi Korban
Resmob Polda Metro Jaya merilis sindikat Skimming ATM di Polda Metro Jaya, Sabtu (17/3). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Aksi kejahatan menguras uang nasabah bank dengan modus skimming ATM hingga saat ini masih sering terjadi.

Berdasar catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aksi skimming pertama kali teridentifikasi pada tahun 2009 di Woodland Hills, California, yang dilakukan dengan cara mengggunakan alat yang ditempelkan pada mulut mesin ATM dengan alat yang bernama skimmer.

Modus operasinya adalah menduplikat data dari magnetic stripe yang terdapat pada kartu ATM milik nasabah.

Bank Oversea-Chinese Banking Corporation Limited (OCBC) NISP mencatat, kerugian akibat kejahatan skimming di Amerika Serikat mencapai 1 miliar dolar AS per tahunnya. Begitu pula di Indonesia yang juga telah menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah.

Salah satu kasus skimming terparah di Tanah Air baru saja terjadi beberapa waktu lalu di mana seorang nasabah bank tiba-tiba kehilangan seluruh tabungannya dengan jumlah Rp128 juta dan saat diselidiki, ternyata terdapat transaksi sah dari rekening di luar sepengetahuan korban.

Kasus tersebut pun sudah bisa dipastikan merupakan terjadi karena adanya tindakan skimming.

Masyarakat luas perlu mengetahui mengenai pengertian skimming ATM, teknik yang umum dilakukan, hingga upaya menghindari skimming.

Berikut rangkuman Tim Analisis Bank OCBC NISP mengenai teknik-teknik skimming dan cara melindungi diri dari salah satu tindakan kriminal terbesar di bidang keuangan tersebut.

Berikut ini jenis-jenis skimming ATM dan Anda perlu tahu bagaimana cara mencegah agar Anda tidak menjadi korban.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News