40 Tahun Jawa Jadi Pusat Ekonomi, Bappenas: Pemindahan IKN untuk Pemerataan

40 Tahun Jawa Jadi Pusat Ekonomi, Bappenas: Pemindahan IKN untuk Pemerataan
Bappenas menyebut selama 30-40 terakhir pertumbuhan ekonomi dan persebaran penduduk terpusat di Jawa dan Sumatera, khususnya di Jakarta. Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menyebut selama 30-40 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi dan persebaran penduduk terpusat di Jawa dan Sumatera, khususnya di Jakarta.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas, Rudy S. Prawiradinata mengatakan hal itu menjadi salah satu alasan pemerintahan Presiden Jokowi merancang pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Pemindahan IKN tersebut sudah dirancang sejak 2017," kata Rudy dalam Webinar Nasional yang digagas oleh Moya Institute bertajuk “Urgensi Pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Nusantara", Jumat (18/2).

Rudy menjelaskan beberapa tahun terakhir, kontribusi dari pulau Jawa terhadap perekonomian nasional adalah 58,75 persen.

"Pemindahan IKN ini bertujuan untuk menggeser sentra perekonomian agar terjadi pemerataan," ujar Rudy.

Oleh karena itu, Rudy menegaskan pemindahan IKN akan diiringi dengan pengembangan klaster-klaster ekonomi, untuk memicu terjadinya urbanisasi ke Kalimantan Timur.

"Pertumbuhan penduduk di IKN sampai 2045 diperkirakan mencapai 1,7-1,9 juta jiwa,” ujar Rudy.

Pada tahun itu juga, kata Rudy, pertumbuhan rata-rata investasi di IKN ditargetkan mencapai 11,9 persen. Di samping itu, untuk keseluruhan wilayah Kalimantan Timur mencapai 4,2 persen.

Bappenas menyebut selama 30-40 terakhir pertumbuhan ekonomi dan persebaran penduduk terpusat di Jawa dan Sumatera, khususnya di Jakarta.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News