448 Prajurit Pamtas RI-Malaysia Begitu Luar Biasa

448 Prajurit Pamtas RI-Malaysia Begitu Luar Biasa
Seorang anak berlari untuk memeluk ayahnya, prajurit TNI yang baru bertugas melaksanakan pengamanan perbatasan RI-Malaysia, di Yonif 303 Cibuluh, Kabupaten Garut, Minggu (26/7). Foto: ANTARA/Ho-Diskominfo Garut

jpnn.com, GARUT - Setelah 13 bulan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan (pamtas) negara RI dengan Malaysia, 448 orang prajurit dari pasukan Yonif Raider 303/SSM Kostrad akhirnya pulang.

Kepulangan para prajurit disambut langsung Bupati Garut Rudy Gunawan, Minggu (26/7).

"Selaku kepala daerah beserta seluruh unsur pimpinan daerah menyambut kedatangan pasukan Batalion 303 yang telah melaksanakan tugas pengamanan perbatasan Republik Indonesia yang berlangsung selama 13 bulan," kata Rudy Gunawan saat menjadi inspektur upacara penyambutan purnatugas pengamanan perbatasan RI-Malaysia, di Markas Yonif Raider 303/SSM/12/1 Kostrad, Garut.

Ia menuturkan, 448 prajurit Batalion Infanteri (Yonif) 303 Setia Sampai Mati (SSM) telah menyelesaikan tugas pengamanan perbatasan RI-Malaysia dalam rangka mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Bupati menyampaikan bangga dan syukur telah kembalinya prajurit TNI pilihan ke markas di Garut dan bisa berkumpul kembali dengan keluarganya.

"Kepada pasukan yang baru datang, alhamdulillah kita bisa masuk ke markas dan bertemu dengan keluarga yang kita cintai," katanya.

Bupati menyampaikan, dalam situasi wabah COVID-19 ini dipastikan seluruh prajurit yang datang dari perbatasan negara itu semuanya dalam kondisi sehat.

"Kami bergembira, karena seluruh pasukan dalam keadaan sehat wal afiat melaksanakan tugas baik dan profesional," kata Bupati.

Bupati Garut menyambut kepulangan 448 orang prajurit dari pasukan Yonif Raider 303/SSM Kostrad setelah 13 bulan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan negara RI dengan Malaysia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News