JPNN.com

5 Mitos tentang Kondom

Kamis, 11 Juli 2019 – 23:33 WIB 5 Mitos tentang Kondom - JPNN.com

Jika Anda menggunakan kondom dengan ukuran yang terlalu kecil atau ketat, kemungkinan terjadinya robek sangat tinggi. Sementara itu, penggunaan kondom dengan ukuran yang terlalu besar atau longgar menyebabkannya mudah terlepas dan menjadi tidak efektif.

Mitos 3. Kondom tidak dapat mencegah HIV

Tahukah Anda bahwa kondom tak hanya berfungsi sebagai alat kontrasepsi, tapi juga untuk menurunkan risiko terjadinya penyakit menular seksual? Ya, ini adalah fakta yang telah dibuktikan melalui berbagai riset medis.

Penggunaan kondom yang tepat terbukti dapat menurunkan risiko terjadinya penularan virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) hingga 80–87%. Selain itu, penggunaan kondom secara konsisten juga mampu mencegah penularan penyakit menular seksual lain, seperti gonore, sifilis, klamidia, dan sebagainya.

Mitos 4. Kondom tidak dapat mencegah infeksi menular seks
Ini adalah mitos yang benar-benar melenceng. Sebab, seperti telah dijelaskan sebelumnya, kondom juga memiliki fungsi untuk menurunkan risiko terjadinya penyakit menular seksual.

Menurut penelitian, berhubungan seksual dengan pria yang menggunakan kondom menurunkan risiko tertular gonore hingga 62%. Manfaat ini bisa dirasakan karena kondom dapat melindungi paparan langsung cairan semen dan vagina pada kulit, sehingga proses penularan penyakit tersebut bisa diminimalkan.

Mitos 5. Kondom dapat mencegah kehamilan 100%

Kondom memang terbukti efektif mencegah kehamilan apabila digunakan dengan tepat setiap kali berhubungan seksual. Namun, kemampuan kondom untuk mencegah kehamilan tidak mencapai 100%.

Dengan kata lain, dua dari 100 wanita yang berhubungan seks dengan pria pengguna kondom (dengan tepat) bisa tetap hamil dalam satu tahun pertama penggunaan.

Sumber klikdokter

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...