JPNN.com

5 Rekor Bulu Tangkis 2019, Nomor 4 Fantastis

Selasa, 24 Desember 2019 – 13:07 WIB 5 Rekor Bulu Tangkis 2019, Nomor 4 Fantastis - JPNN.com
MINIONS: Marcus Fernaldi dan Kevin Sanjaya. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Badminton World Federation (BWF) merilis sejumlah rekor bulu tangkis 2019 di laman resmi mereka.

Memang tidak seluruh rekor bisa dirangkum. Namun, harus diakui rekor di bawah ini pantas mendapat apresiasi. Redaksi JPNN juga ikut merekomendasikan rangkuman dari Badminton Talk terkait fenomena Minions. (bwf/bt/jpnn)

Rekor bulu tangkis 2019

1. Kento Momota (tunggal putra Jepang)
Juara dunia dua kali (2018, 2019) Kento Momota menyelesaikan musim 2019 dengan sebelas gelar dari 12 final. Jumlah gelar Momota satu lebih baik daripada milik Lee Chong Wei (2010). Yang membuatnya sangat penting adalah gelar ke-11 datang di Guangzhou di BWF World Tour Finals, setahun setelah dia dipukul Shi Yu Qi di final.

2. Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (ganda campuran Tiongkok)
Zheng Si Wei dan Huang Ya Qiong mencatat Supergrand Slam. Zheng/Huang datang ke BWF World Tour Finals 2019 setelah tanpa gelar dari empat turnamen terakhir yang mereka ikuti. Sempat diragukan, Zheng/Huang menjawabnya dengan gelar juara. Gelar tersebut membuat Zheng/Huang mengoleksi gelar-gelar super; Kejuaraan Dunia dan tiga turnamen Super 1000

3. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan alias Daddies (ganda putra Indonesia)
Tua-tua keladi, makin tua makin jadi. Daddies menjadi juara dunia dan Hendra (35) merupakan pemain tertua yang memenangi gelar Kejuaraan Dunia. Daddies juga mengoleksi gelar bergengsi lainnya yakni All England dan BWF World Tour Finals.

4. Marcus Fernaldi/Kevin Sanjaya alias Minions (ganda putra Indonesia)
Pekan ini Marcus Fernaldi/Kevin Sanjaya alias Minions melewati rekor Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong (Korea) yang sempat selama 117 pekan menjadi ganda putra nomor satu dunia. Minions? 118 dan besar kemungkinan terus bertambah.

5. Kunlavut Vitidsarn (tunggal putra Thailand)
Thailand memiliki mutiara terpendam bernama Kunlavut Vitidsarn. Catat nama itu. Dia baru berusia 18 tahun. Tahun ini Kunlavut Vitidsarn menjadi Juara Dunia junior dan mencetak hat-trick setelah pada 2017 dan 2018 mencetak hasil serupa. Senior Kunlavut di pelatnas Thailand, tunggal putri Ratchanok Intanon juga pernah mengukir prestasi serupa; hat-trick juara dunia junior, yakni pada 2009, 2010, 2011.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...