5 Terobosan Kemendes Tangani Keluarga Miskin Ekstrem

5 Terobosan Kemendes Tangani Keluarga Miskin Ekstrem
Menteri Desa, PDTT Abdul Halim Iskandar mengikuti Rapat Pleno TNP2K secara daring bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Jakarta, Rabu (25/8/2021). Foto: Humas Kemendes PDTT

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar (Gus Halim) memaparkan pihaknya telah melakukan pendampingan pemutakhiran data desa berbasis SDGs Desa di 2021.

Gus Halim memaparkan hal tersebut pada Rapat Pleno Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang dipimpin Wakil Presiden Ma'ruf Amin secara virtual, Rabu (25/8).

Rapat digelar dengan agenda Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem.

Menurut Gus Halim, Kemendes PDTT melakukan pendampingan pemutakhiran dengan target memiliki data mikro tentang kemiskinan, kesehatan, pendidikan dan poin yang ada di SDGs Desa.

Terkait penurunan warga dengan kemiskinan ekstrem di 35 kabupaten/kota yang ditetapkan oleh wakil presiden, Kemendes PDTT juga sedang melakukan konsolidasi data secara mikro per desa hingga bisa ditentukan desa yang menjadi prioritas.

Gus Halim kemudian memaparkan simulasi penanganan dengan contoh Kabupaten Banyumas.

Jumlah Kepala Keluarga (KK) miskin ekstrem sebanyak 10.718 KK atau 43.946 jiwa di 301 desa di 23 kecamatan.

Ada lima hal yang diupayakan untuk menangani keluarga miskin ekstrem.

Gus Halim menyebut lima langkah terobosan yang dilakukan kemendes menangani keluarga miskin ekstrem.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News