Jumat, 23 Agustus 2019 – 01:10 WIB

6 Gangguan Kesehatan ini Mengintai Setelah Makan Daging Kebanyakan

Selasa, 13 Agustus 2019 – 04:07 WIB
6 Gangguan Kesehatan ini Mengintai Setelah Makan Daging Kebanyakan - JPNN.COM

jpnn.com - Berapa banyak hidangan daging sapi atau daging kambing yang Anda santap saat Idul Adha kemarin? Kalau Anda saat ini merasakan begah, sembelit atau kondisi lain bisa jadi itu akibat Anda kebanyakan makan daging saat lebaran kurban kemarin Minggu (11/8).

Batasi konsumsi daging
Tidak dimungkiri, Idul Adha memang identik dengan sajian daging sapi maupun kambing. Jadi, tidak mengherankan jika menu yang tersaji di meja makan selama beberapa hari ini didominasi oleh hidangan berbahan daging, baik daging kambing atau daging sapi.

Iya, sih, Anda memang tidak dilarang untuk makan daging, karena mengandung beragam zat gizi penting seperti protein, vitamin B, zink, dan zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, Anda juga wajib berhati-hati dan membatasi porsi daging yang dikonsumsi agar tidak berlebihan.

"Meski sangat bermanfaat untuk tubuh, terlalu banyak makan daging tetap bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Mulai dari keluhan yang ringan hingga yang serius dan mengancam nyawa," ujar dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter.

Akibat kebanyakan makan daging
Mengonsumsi daging secara berlebihan sangat tidak baik bagi kesehatan. Sebab, hal tersebut bisa memicu terjadinya kondisi-kondisi berikut ini:

1. Bau mulut
Menurut dr. Karin, mengonsumsi daging terlalu banyak dapat menyebabkan bau mulut atau halitosis. Kondisi ini bisa terjadi karena daging mengandung banyak protein, yang nantinya akan diubah menjadi benda keton.

“Keton inilah yang menjadi biang keladi timbulnya bau mulut,” ungkap dr. Karin.

2. Sembelit atau konstipasi
Sembelit atau konstipasi juga bisa terjadi pada orang yang kebanyakan makan daging. Sebab, daging hampir tidak memiliki serat, sehingga saluran cerna Anda bisa saja “tersumbat”. Parahnya lagi, kehadiran daging di meja makan juga sering bikin orang lupa untuk mengonsumsi sayuran.

Sumber : Klikdokter
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar