Senin, 20 Mei 2019 – 03:43 WIB

7 Makanan Sehat ini Ramah Lingkungan

Minggu, 21 April 2019 – 13:30 WIB
7 Makanan Sehat ini Ramah Lingkungan - JPNN.COM

jpnn.com - Tidak semua makanan sehat  itu ramah lingkungan. Beberapa buah-buahan misalnya, membutuhkan cukup banyak air dan pestisida untuk tumbuh secara optimal. Karena itulah, makanan sehat yang ramah lingkungan identik dengan makanan organik.

Menurut dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc, MSc dari KlikDokter, makanan organik adalah produk nabati atau hewani yang diproduksi dan diolah tanpa melakukan perubahan kimiawi atau sintetis dalam bentuk apa pun.

“Makanan jenis ini tidak mengandung zat sintetis untuk pestisida, penyubur, atau zat lain dalam produksinya.”

Oleh karena ketiadaan kandungan zat sintetis, penyubur, dan zat lainnya itulah, tak heran makanan ini ramah bagi lingkungan. Nah, Anda yang ingin makan sehat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, bisa mengonsumsi makanan-makanan ini, dilansir dari Milkandeggs.com.

1. Brokoli

Brokoli menghasilkan senyawa yang dapat berfungsi sebagai pestisida alami. Itu berarti, petani tidak memerlukan bahan kimia berlebih untuk dapat menanam dan memanen sayuran yang kaya antioksidan ini. Tak cuma ramah lingkungan dan bikin biaya produksi petani menjadi minim, brokoli juga mampu mencegah Anda dari penyakit kronis mematikan seperti kanker.

2. Kacang polong

Kacang polong dapat dikatakan sebagai makanan sehat yang ramah lingkungan karena dapat membuat nitrogen sendiri sehingga tidak memerlukan pupuk sintetis. Jika dipanen secara berkelanjutan, kacang polong justru akan membantu memperkaya tanah dengan nitrogen ekstra. Dengan kata lain, kacang polong merupakan “pahlawan lingkungan” dalam dunia sayuran!

3. Bawang
 
Bau menyengat dari bawang memang bertujuan untuk mencegah serangga menggerogotinya. Dalam bawang, terdapat bahan kimia yang mengandung belerang sehingga mampu  membuat Anda menangis ketika memotongnya. Meski bikin Anda menangis dan tangan berbau tak sedap, setidaknya bawang dapat mempertahankan dirinya sendiri dari serangan hama.

Sumber : Klikdokter
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar