7 Pengusaha Sepakat Kembalikan Lahan ke BP Batam

7 Pengusaha Sepakat Kembalikan Lahan ke BP Batam
Ilustrasi lahan tidur di kota Batam, Kepri. Foto: Batam Pos/jpg

"Perusahaan shipyard terkadang tidak membangun bangunan, mereka hanya butuh lahan untuk melakukan pembuatan kapal," ujarnya.

Sedangkan Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro menjelaskan sampai saat ini ada 26 perusahaan yang telah dipanggil BP Batam. "Sebagian permasalahannya lebih besar terletak karena sertifikatnya tak kunjung dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), namun itu masalah yang berbeda," ujarnya.

Langkah berikutnya yang akan dilakukan oleh BP Batam adalah memanggil 1.200 penunggak UWTO dengan nilai tunggakan mencapai Rp 300 miliar. "UWTO yang kalau tak bayar ya harus bayar," tegas Hatanto.

Pria berkacamata ini mengungkapkan para penunggak membayar tagihan UWTO-nya dengan tarif lama. "Harus pakai tarif lama. Sedangkan tarif baru sedang diproses Kemenkeu," katanya.(leo/rng)


BATAM - Tujuh dari 26 perusahaan pemilik lahan tidur yang dipanggil Badan Pengusahaan (BP) Batam beberapa waktu lalu akhirnya sepakat penetapan lahan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News