JPNN.com

70% Pelanggan Pakai Kondom

Kamis, 21 Januari 2010 – 09:24 WIB 70% Pelanggan Pakai Kondom - JPNN.com
MALANG - Kesadaran para Pekerja Seks Komersial (PSK) Malang Jawa Timur tentang penanggulangan bahaya HIV/AIDS patut dicontoh PSK di daerah lain. Pasalnya, dengan berbagai cara para PSK di kota berhawa sejuk ini selalu mengarahkan para pelanggannya untuk mengenakan kondom.

Dan uniknya, cara yang paling manjur adalah membuat para pelanggan khawatir, hanya dengan mengatakan "Kalau tidak pakai kondom, nanti kena Perda lo." Maklum, di Kabupaten Malang memang ada Perda 14/2008 tentang Penanggulangan HIV/AIDS.

Dalam perda 14/2008, ada sanksi tipiring bagi pelanggan yang ketahuan tidak menggunakan kondom. Bukan besarnya denda yang ditakutkan pelanggan. Melainkan ekspos ke masyarakat bila tertangkap petugas tidak mengenakan kondom.

Perda ini ternyata cukup efektif. Menurut survei Pemkab Malang dan LSM Paramitra, kini 70 persen pelanggan PSK sudah mengenakan kondom. Kesadaran itu meningkat dibanding 2008 lalu yang hanya mencapai 50 persen. Di Kabupaten Malang, ada 323 orang PSK yang terlokalisasi. Jumlah pelanggan minimal mencapai 1.000 orang per bulannya.

Tri Gozali, project manager HIV/AIDS Paramitra, memaparkan, survei itu dilakukan melalui wawancara kepada PSK. Para PSK menghitung berapa jumlah pelanggan yang mau menggunakan kondom dan yang tidak. Setelah dirata-rata, ketemu angka 70 persen.

Biasanya PSK mengancam; "Mas, bisa kena perda lho," kata Tri. "Kalau PSK itu lebih memilih pakai kondom. Tetapi seringkali pelanggannya yang tak mau," imbuhnya.

Meski berdampak positif, namun Tri mengkritik efek perda belum maksimal. Sebab belum ada petunjuk teknis terkait pelaksanannya. Petunjuk teknis menyangkut sanksi, pengaturan, pengawasan, penanggungjawab dan pendampingan ODHA (orang dengan HIV/AIDS). "Petunjuk teknis perlu dibuat agar perda berlaku maksimal," sarannya.

Sementara, DPRD Kota Semarang kemarin berniat mengadopsi perda milik Kabupaten Malang tersebut. Semarang mempersiapkan sebuah regulasi terkait penanganan penyakit mematikan itu. Adi Purwanto, sekretaris KPA Kabupaten Malang, yang menemui tim dari DPRD Semarang menuturkan, kopi perda sudah diberikan.

Kota Semarang melihat peningkatan penggunaan kondom sebagai dampak positif yang harus ditiru. Meski tidak langsung menyelesaikan masalah, namun dengan peningkatan penggunaan kondom, arah menuju penyelesaian masalah sudah benar. Yakni menurunnya angka IMS (infeksi menular seksual) dan terkendalinya penularan HIV/AIDS. "Baru dari sana diselesaikan masalah sosialnya," kata Adi. (yos/aj/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...