8,8 Juta Orang Divaksin di Jakarta, 40% Bukan Warga Ibu Kota, Kapan Herd Immunity?

8,8 Juta Orang Divaksin di Jakarta, 40% Bukan Warga Ibu Kota, Kapan Herd Immunity?
Tim Satgas Penanganan COVID-19 menempelkan stiker di rumah warga yang sudah divaksin kawasan RW 05 Sunter Agung, Jakarta Utara, Jumat (13/8). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, wilayah Ibu Kota saat ini belum mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.

Dia menyebut masih kurang sekitar empat juta warga DKI Jakarta yang harus divaksin, untuk bisa mencapai kekebalan komunal.

"Jadi kita masih ada (kekurangan) sekitar hampir empat juta (orang divaksin) untuk mencapai herd immunity," kata Anies dalam siaran langsung di akunnya di instagram @aniesbaswedan, Jumat (13/8) malam.

Anies mengatakan hingga saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan vaksinasi terhadap 8,8 juta orang untuk dosis pertama dan 3,8 juta orang dosis kedua.

Anies juga mengakui bahwa persentase penerima vaksin di Jakarta memang tinggi. Namun, menurutnya, dari jumlah itu sebanyak 40 persen penerima vaksin di antaranya bukan warga Jakarta.

"Secara persentase memang tinggi, tetapi sekitar 40 persen yang kita vaksin bukan penduduk ber-KTP Jakarta," tutur Anies.

Anies Baswedan menjelaskan, Pemprov DKI memberikan vaksin terhadap empat golongan masyarakat yang beraktivitas di Jakarta, yakni masyarakat yang memiliki KTP DKI Jakarta dan orang yang tinggal di Ibu Kota. Namun tidak ber-KTP Jakarta.

Kemudian, orang yang tinggal di luar daerah tetapi bekerja di Jakarta, serta pelajar yang tinggal di luar daerah. Namun sekolah atau berkuliah di Jakarta.

Anies Baswedan membeberkan data mengenai jumlah warga Jakarta yang sudah divaksin COVID-19. Kapan tercapai herd immunity?