Ada Dugaan soal Politisasi ke KPK demi Menjauhkan Anies Baswedan dari Kasus Formula E

Ada Dugaan soal Politisasi ke KPK demi Menjauhkan Anies Baswedan dari Kasus Formula E
Anies Baswedan mengisi buku tamu di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada 7 September 2022, sebelum menjalani pemeriksaan untuk kasus Formula E. Foto: dokumentasi JPNN.com/Ricardo

"Jadi, berpotensi menjadi tersangka," ujar mantan komisioner Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggaran Negara (KPKPN) itu.

KPK memeriksa Anies pada 7 September 2022. Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu menjalani pemeriksaan di lembaga antirasuah tersebut selama kurang lebih sebelas jam.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mempertanyakan langkah Anies Baswedan selaku gubernur DKI yang bersikeras menggelar Formula E.

Mantan hakim Pengadilan Tipikor Jakarta itu mengatakan Formula E akan digelar tiga kali di ibu kota.

Satu dari tiga event balapan mobil listrik itu digelar pada masa kepemimpinan Anies di Pemprov DKI.

Namun, Alex -panggilan akrab Alexander Marwata- mengkhawatirkan dua penyelenggaraan Formula E selanjutnya akan menyulitkan pengganti Anies, termasuk pelaksana tugas (Plt) atau penjabat gubernur DKI.

"Bagaimana nanti kalau tahun depan penggantinya atau Plt-nya melihat ini tidak bisa dilaksanakan karena ternyata hitung-hitungan ekonomi tidak menguntungkan?" kata Alex beberapa waktu lalu.(cr3/JPNN.com)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

Petrus Selestinus menduga ada politisasi yang menekan KPK tidak menjerat Anies Baswedan di kasus Formula E demi memuluskan pencalonannya di Pilpres 2024

Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News