Ada Pesan Berantai soal Razia Begal Besar-besaran, Ini Klarifikasi Polda Metro Jaya

jpnn.com, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membantah soal adanya pesan berantai yang belakangan viral di masyarakat, yakni razia besar-besaran menghadang pelaku begal.
Menurut Yusri, kabar tersebut hoaks atau tidak benar. “Terkait pesan berantai itu soal razia besar-besaran tidak benar atau hoaks,” ujar Yusri kepada wartawan, Minggu (3/5).
Dalam pesan itu disebutkan pelaku begal bakal beraksi untuk membalas dendam karena banyak dari mereka tertangkap dan dibakar.
Yusri menerangkan, patroli yang mereka lakukan memang rutin, namun bukan untuk menangkap pelaku begal. Patroli dilakukan berkaitan dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Selain itu, Polri juga fokus dalam melakukan Operasi Ketupat selama Ramadan hingga lebaran yang saat ini tengah berlangsung di seluruh Indonesia.
“Kami minta masyarakat tidak mudah percaya dengan kabar yang beredar di media sosial, dan jangan menyebarkan informasi kembali apabila memang belum mengetahui kebenarannya,” tandas Yusri. (cuy/jpnn)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membantah soal adanya pesan berantai yang belakangan viral di masyarakat, yakni razia besar-besaran menghadang pelaku begal.
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan
- 14 Pendemo Rusuh di Hari Buruh dari Kelompok Anarko
- Motor Bu Guru Korban Begal di Bangkalan Sudah Kembali, Ada yang Terharu
- Roy Suryo Sebut Tindakan Jokowi Lucu, Memalukan, dan Tidak Elegan
- Alasan Jokowi Melaporkan Masalah Ringan Itu kepada Polisi
- Jokowi Berurusan dengan Polisi Pagi Tadi, Melambaikan Tangan
- Pelaku Pembakaran Balita di Tangerang Punya Hubungan Asmara dengan Ibu Korban