Ada Prediksi soal Nadiem Tak Akan Bertahan Lama di Kemendikbud, Begini Analisisnya

Ada Prediksi soal Nadiem Tak Akan Bertahan Lama di Kemendikbud, Begini Analisisnya
Mendikbud Nadiem Makarim dan Menkeu Sri Mulyani saat menghadiri pelantikan Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara Jakarta, Rabu (23/10). Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Dedi Kurnia memprediksi Nadiem Makarim tak akan bertahan lama di kursi menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud). Prediksi Dedi didasari posisi Nadiem sebagai orang nomor 1 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengundang kritik keras lantaran jabatan Mendikbud pascareformasi biasanya diisi akademisi, terutama dari Muhammadiyah.

"Mungkin saja (di-reshuffle) jika ada tekanan publik pada presiden. Hanya saja kriteria menteri yang ditetapkan presiden memang tidak fokus pada hal-hal fundamental," kata pengamat Dedi kepada jpnn.com, Senin (25/10).

Dosen di Universitas Telkom itu lantas mencermati komposisi Kabinet Indonesia Maju bentukan Presiden Joko Widodo. Dedi menduga presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu lebih sreg melihat hasil jangka pendek dibanding proses di baliknya.

"Untuk beberapa kementerian tidak akan cocok. Semisal pendidikan dan agama, semestinya memang ditempatkan tokoh pemikir, bukan pekerja," kata Dedi.

Dedi menambahkan, seharusnya posisi menteri agama (Menag) diisi tokoh sipil ataupun agamawan. Menurutnya, keputusan Jokowi menunjuk Fachrul Razi yang berkatar belakang militer sebagai Menag bukanlah solusi untuk menangani isu agama secara holistik.

"Disayangkan menunjuk menteri agama dari militer, tetapi kami bisa membaca jika presiden memandang persoalan agama hanya dari sisi hilir," kata Dedi.(tan/jpnn)

Posisi Nadiem sebagai orang nomor 1 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengundang kritik keras lantaran jabatan Mendikbud pascareformasi biasanya diisi akademisi, terutama dari Muhammadiyah.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News