Ada Teriakan Lanjutkan 2024 di Acara HIPMI, Jokowi Kesal, Lihat Ekspresinya

Ada Teriakan Lanjutkan 2024 di Acara HIPMI, Jokowi Kesal, Lihat Ekspresinya
Presiden Jokowi memberikan sambutan di acara HUT HIPMI, Jumat (10/6). Foto: Tangkapan layar akun HIPMI TV di YouTube

"Yang ngomong bukan saya, yang didemo saya. Demo, dong, Pak Bahlil. Nanti ini sama, kalau ndak saya jawab, bukan HIPMI yang didemo, tetapi saya. Hati-hati sekali lagi ini tahun politik," tambahnya.

Jokowi pun lalu meluruskan apa maksud dari perkataan Mardani terkait lanjutkan itu, yakni meneruskan program kerja dirinya. Menurutnya siapa pun presidennya nanti bisa meneruskan program kerjanya kelak.

"Saya tangkap yang dimaksud dilanjutkan itu adalah programnya, pemimpinnya siapa pun terserah, tetapi api yang dilanjutkan adalah program-programnya supaya ada kontinuitas, supaya ada keberlanjutan. Jangan sampai pemimpin satu sudah mengerjakan tidak dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya. Ini yang bahaya," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum HIPMI Mardani H. Maming menyerukan kebijakan Presiden Jokowi untuk melanjutkan kebijakannya pada 2024 nanti. Mardani pun menganggap Presiden Jokowi sudah menjadi bagian dari keluarga HIPMI.

"Saya harus memberi keyakinan pada Pak Presiden bahwa beliau adalah keluarga HIPMI, beliau adalah presiden HIPMI yang pertama. Apa pun kebijakan beliau di 2024, kami keluarga HIPMI siap mendukung dan mengikuti apa petunjuk beliau lanjutkan, lanjutkan, lanjutkan," kata Maradani dalam sambutannya.

Mardani juga meminta kepada anggota HIPMI untuk ikut berpolitik pada 2024 nanti. Setiap anggota HIPMI diwajibkan untuk ikut dalam partai politik mana pun.

"Saya selalu sampaikan ke anak-anak muda di HIPMI bahwa di 2024 anak HIPMI harus ikut berpolitik, hadir di seluruh partai, partai kuning, merah, biru, hijau," kata Mardani.

Alasan Maradani meminta anggotanya ikut terjun ke politik karena dirinya ingin ada regulasi yang mendukung kegiatan anak muda.

Joko Widodo meminta kader HIPMI tidak bermain-main dengan narasi perpanjangan masa jabatan presiden.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News