JPNN.com

Adhyaksa Dault Minta Eks Kapolsek Pasirwangi Sebaiknya Ditindak

Selasa, 02 April 2019 – 23:14 WIB Adhyaksa Dault Minta Eks Kapolsek Pasirwangi Sebaiknya Ditindak - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault mengaku sedih, saat mengetahui sejumlah camat di Sulawesi Selatan bersama mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo terang-terangan menyatakan dukungan pada pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Itu (dukungan) bahkan sempat diviralkan di media sosial. Tapi sanksinya sampai saat ini tidak jelas," ujar Adhyaksa pada diskusi publik bertajuk 'DPT Bermasalah Ancaman Legitimasi Pilpres' di Kantor Sekretariat Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jakarta, Selasa (2/4).

Adhyaksa meyakini calon presiden petahana Joko Widodo tidak setuju dengan langkah sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang terang-terangan menyatakan dukungan di Pilpres 2019.

"Saya yakin Pak Jokowi tidak setuju. Tapi ASN di bawahnya ini lebay, overacting. Sementara ada kades di Jateng, hanya antarkan Sandi ditahan. Ini tajam ke bawah tumpul ke atas," ucapnya.

Adhyaksa juga meyakini niat Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian tulus dalam menjalankan tugas yang ada. Terbukti, Tito, kata Adhyaksa kemudian, mengirim telegram pada seluruh jajarannya agar tidak berpihak di pilpres.

"Namun, ada oknum aparat yang nakal. Ini oknumnya bukan institusinya. Tadi pagi saya sudah komunikasi dengan wakapolri, saya yakin dan percaya, Mabes Polri netral. Cuma relawan akan minta waktu bertemu Kapolri, supaya menindak tegas oknum aparat yang bermain," katanya.

Adhyaksa lebih lanjut juga menyoroti adanya mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz yang menyatakan diarahkan atasan untuk mendukung pasangan calon presiden nomor urut 01. Namun, pernyataan tersebut dalam waktu tak begitu lama diralat.

"Kami minta sebagai relawan untuk orang ini ditindak. Karena dia menimbulkan suasana hoaks. Dia berani mengeluarkan pernyataan hanya karena emosi. Dengan mudahnya minta maaf karena sedang stres. Kalau betul seperti itu, dia harus ditindak menurut hukum berlaku. Karena menciptakan suasana tidak kondusif," pungkas Adhyaksa.(gir/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...