Senin, 10 Desember 2018 – 04:25 WIB

Agen Spionase Rusia Berusaha Retas Arsip Kasus MH17 Di Den Haag

Jumat, 05 Oktober 2018 – 00:00 WIB
Agen Spionase Rusia Berusaha Retas Arsip Kasus MH17 Di Den Haag - JPNN.COM

Sejumlah agen intelijen Rusia dituduh berusaha mengakses arsip yang terkait dengan jatuhnya pesawat MH17 milik Malaysia Airlines dan meretas lembaga yang menyelidiki kasus keracunan terhadap bekas mata-mata Rusia, Sergei Skripal.

Menteri Pertahanan Belanda Ank Bijleveld yang menyampaikan tuduhan itu dalam konferensi pers di Den Haag pada Kamis (4/10/2018), mengatakan pemerintah Belanda berhasil menggagalkan upaya yang dilakukan sejumlah agen intelijen Rusia pada bulan April lalu.

Menurut presentasi oleh kepala badan intelijen militer Belanda, empat orang Rusia tiba di Belanda pada 10 April dan tertangkap dengan peralatan spionase di sebuah hotel yang terletak di sebelah markas Organisasi Anti Senjata Kimia ata Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) di Den Haag.

Mereka mengatakan orang-orang itu juga diyakini telah memata-matai penyelidikan terhadap insiden ditembak jatuhnya pesawat MH17 milik maskapai Malaysia Airlines pada tahun 2014 di atas Ukraina yang menewaskan 298 orang termasuk 38 warga Australia.

Pada saat mereka tertangkap, OPCW sedang bekerja untuk memverifikasi identitas zat yang digunakan dalam serangan di Salisbury, Inggris, terhadap Skripal dan putrinya Julia pada Maret lalu.

OPCW juga sedang memverifikasi identitas zat yang digunakan dalam serangan di Douma, Suriah.

Rusia mendukung Pemerintah Suriah dalam menyangkal tuduhan negaranya telah meluncurkan serangan kimia mematikan di kota Ghouta Timur yang dikuasai pemberontak pada bulan April, menewaskan sedikitnya 70 orang.

Ke-empat warga Rusia di Belanda ditahan pada 13 April dan telah diekstradisi ke Rusia, kata Mayor Jenderal Belanda Onno Eichelsheim.

Mereka telah merencanakan untuk melakukan perjalanan ke laboratorium di Spiez, Swiss yang digunakan oleh OPCW untuk menganalisis sampel senjata kimia, katanya.

Pada saat presentasi, Mayor Jenderal Eichelsheim menunjukkan antena, laptop, dan peralatan lain yang dia katakannya akan digunakan oleh ke-empat warga Rusia itu untuk menembus jaringan wifi OPCW.

Menurut Peter Wilson, duta besar Inggris untuk Belanda, salah satu laptop yang disita telah digunakan di Brasil, Swiss dan Malaysia.

Dia mengatakan bahwa laptop itu telah digunakan untuk menargetkan kantor jaksa agung Malaysia dan polisi Malaysia.

Wilson mengatakan laptop itu digunakan di Lausanne untuk meretas laptop lain milik World Anti-Doping Agency (WADA).

Investigasi oleh Belanda juga menemukan rudal yang menjatuhkan pesawat MH17 adalah kepunyaan Rusia, sementara WADA pernah mengungkapkan luasnya penggunaan doping di kalangan atlet Rusia.

Menurut para pejabat, keempat warga Rusia itu membawa paspor diplomatik dan menggunakan peralatan di bagasi mobil yang mereka sewa, untuk menyasar OPCW untuk mencegat rincian login.

Berbicara tentang upaya peretasan Rusia ke dalam penyelidikan kecelakaan MH17, Ann Bijleveld mengatakan: "Kami telah mengetahui kepentingan dinas intelijen Rusia dalam penyelidikan ini dan telah mengambil tindakan yang tepat."

Dia menambahkan "kami tetap sangat waspada tentang ini".

Intelijen militer Rusia "aktif beroperasi di Belanda ... di mana banyak organisasi internasional berada", kata Mayor Jenderal Eichelsheim.

Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menepis tuduhan baru itu, menyebut seluruh tuduhan itu adalah "khayalan yang luar biasa".

Rusia secara konsisten membantah keterlibatan dalam serangan kimia Skripal dan penembakan atas MH17.

Jens Stoltenberg, Sekretaris Jenderal NATO, berjanji untuk memperkuat pertahanan aliansi terhadap serangan di jaringan komputer.

"Rusia harus menghentikan pola perilaku sembrono, termasuk penggunaan kekuatan terhadap tetangganya, upaya campur tangan dalam proses pemilihan, dan kampanye disinformasi yang luas," katanya dalam sebuah pernyataan.

"NATO akan terus memperkuat pertahanan dan pencegahannya untuk menangani ancaman hibrida, termasuk di ranah cyber," tambahnya saat para menteri pertahanan NATO bertemu untuk membahas kemampuan maya serangan baru.

Ann Bijleveld juga meminta Rusia untuk menghentikan kegiatan maya yang ditujukan untuk "merongrong" demokrasi Barat.

Reuters / AP

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

 
SHARES
Komentar