Ahli Ungkap Pentingnya Protein Hewani untuk Mencegah Stunting

Ahli Ungkap Pentingnya Protein Hewani untuk Mencegah Stunting
Dr. Nur Aisiyah Widjaja, Sp.A (K), mengingatkan pentingnya asupan gizi anak di masa MPASI, terutama protein hewani. Ilustrasi/Foto: Jung Yeon-je / AFP

jpnn.com, JAKARTA - Dr. Nur Aisiyah Widjaja, Sp.A (K), mengingatkan pentingnya asupan gizi anak di masa MPASI, terutama protein hewani.

Karena, penyebab stunting yang sering ditemukan adalah pemberian MPASI yang tidak adekuat.

Dia menjelaskan saat anak berusia enam bulan, konsumsi ASI saja (eksklusif) tak lagi mampu mencukupi kebutuhan gizinya. Ketika anak menginjak usia enam bulan, kandungan zat gizi makro terutama protein, lemak, dan karbohidrat pada ASI akan mengalami penurunan.

Ketika anak berusia 6-8 bulan kandungan gizi ASI berkurang 30 persen, lalu pada usia 9-11 bulan berkurang lagi hingga 50 persen, dan selanjutnya terus berkurang hingga 70 persen. Kandungan zat gizi mikro seperti zat besi dan zink di dalam ASI juga mengalami penurunan hingga 95 – 97 persen setelah anak berusia enam bulan.

Oleh karena itu, 60,6 persen stunting terjadi antara lahir sampai usia 2 tahun, dan 28 persen terjadi antara usia 2-5 tahun.

Ahli yang karib disapa dr. Nuril itu mengungkapkan untuk meningkatkan kualitas MPASI, langkah penting yang dapat dilakukan adalah meningkatkan konsumsi protein hewani.

"Mencukupi asupan protein hewani dipercaya efektif untuk mencegah kondisi stunting pada anak," ujar dr. Nuril dalam keterangan di Jakarta, Senin (18/9).

Sebagaimana diketahui, dibandingkan protein nabati, konsumsi protein hewani seperti telur, daging sapi, daging ayam, ikan, susu, dan sebagainya, mengandung lebih banyak lemak (sekitar 30-40%), vitamin B12, vitamin D, DHA, zat besi, dan zinc yang diperlukan anak untuk mendukung pertumbuhan anak.

Dr. Nur Aisiyah Widjaja, Sp.A (K), mengingatkan pentingnya asupan gizi anak di masa MPASI, terutama protein hewani.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News