JPNN.com

Ahmad Muzani Serukan Lebaran Tanpa Salaman

Jumat, 22 Mei 2020 – 21:41 WIB Ahmad Muzani Serukan Lebaran Tanpa Salaman - JPNN.com
Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR periode 2019-2024. Foto: Boy/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Majelis permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia Ahmad Muzani mengatakan, perayaan Idulfitri tahun ini terasa berbeda. Sebab Hari Kemenangan bagi umat muslim itu masih dalam suasana pandemi virus corona atau covid-19.

"Sebentar lagi bulan Ramadan akan berakhir dan kita akan memasuki bulan Syawal. Bulan Syawal akan ditandai dengan 1 Syawal atau yang biasa kita sebut dengan Hari Raya Idul Fitri, hari di mana kita akan merayakan kemenangan," ungkap Ahmad Muzani dalam siaran tertulis pada Jumat (21/5).

"Akan tetapi dalam memasuki bulan Syawal, di Hari Raya Idul Fitri ini kita masih dalam suasana covid-19," tambahnya.

Rutinitas umat muslim di Indonesia setiap Lebaran, seperti halal bihalal atau bersilaturahmi ke rumah kerabat diungkapkannya kini tidak bisa lagi dilakukan. Kebiasaan tahunan itu dilarang pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus corona.

"Virus Corona masih menjadi Ancaman bagi kita semua. Karena itu di bulan Syawal ini social distancing akan menjadi cara kita untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri ini," ungkap Ahmad Muzani.

"Saya berharap, meskipun physical distancing-social distancing, kita tidak akan kehilangan makna dari Idul Fitri itu sendiri," ujarnya.

Lebaran kali ini diungkapkan Ahmad Muzani sebagai lebaran pertama dalam sejarah yang dilakukan tanpa bersalaman. Berlebaran tanpa bersalaman berarti berlebaran tanpa bertemu muka dengan sanak saudara, kerabat ataupun sahabat.

Walau begitu, Ahmad Muzani menekankan hal terpenting dalam berlebaran, yakni membuka pintu maaf tanpa perlu seseorang terlebih dahulu mengucapkan permohonan maaf.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adil