Air Embung Bidadari Mengandung Bakteri Berbahaya, Kok Malah Dianggap Mujarab

Air Embung Bidadari Mengandung Bakteri Berbahaya, Kok Malah Dianggap Mujarab
Sejumlah warga sedang berendam di Embung Bidadari. Foto: Edy Suryansyah/JPNN.com.

Persyaratan lainnya ialah air layak minum tidak berbau maupun berasa. "Untuk mandi saja (air Embung Bidadari) tidak memenuhi syarat, apalagi diminum," tutur Putrawangsa.

Permenkes itu juga mensyaratkan air layak minum tidak mengandung bakteri escherichia coli (e.coli) dan koliform. Namun, air Embung Bidadari tidak bebas dari bakteri berbahaya tersebut.

Hasil uji laboratorium mengungkap setiap 100 mililiter air Embung Bidadari mengandung 3 bakteri e.coli.

"Seharusnya nol," ujarnya.

Oleh karena itu, Putrawangsa mengimbau masyarakat tidak meminum air Embung Bidadari. Dia mengkhawatirkan air yang mengandung bakteri itu akan menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) diare maupun penyakit lainnya.

Dinkes Lomteng pun akan berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, tokoh agama, dan pemuka masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat soal bahaya air Embung Bidadari.

Putrawansa juga tak mau berspekulasi soal khasiat air dari Embung Bidadari yang diyakini oleh sebagian masyarakat. Dia memilih berpegang pada hasil pemeriksaan laboratorium.

"Kami tidak bisa membandingkan hasil laboratorium dengan asumsi masyarakat yang mereka katakan (air Embung Bidadari) bermanfaat," katanya. (mcr38/jpnn)

Lalu Putrawangsa menjelaskan hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan air di Embung Bidadari tidak layak minum.


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Edi Suryansyah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News