Air Sering Keruh dan Tekanan Lemah

Air Sering Keruh dan Tekanan Lemah
Air Sering Keruh dan Tekanan Lemah
Lebih lanjut Tom Pasaribu menambahkan, Pemprov DKI dan PAM Jaya selalu berjanji ada perubahan-perubahan pelayanan kualitas air bersih. Kenyataannya, mana yang perubah? "Pelayanan masih seperti itu, airnya masih sering kali keruh, kalau untuk mandi badan jadi licin, bau kaporit," kata Tom.

"Tidak ada masalah jaringan pipa dan meteran ke rumah sata diputus. Tapi saya menuntut agar direksi, direktur, manajer itu seharusnya berorientasi kepada pelayanan masyarakat pelanggan air Jakarta. Tapi mereka tidak mampu, dan hanya berpikir bagaimana meraup keuntungan sebanyak-banyaknya dari pelanggan air bersih," ucap Tom menambahkan.

Tom juga bingung dengan penegak hukum seperti Kejaksaan Tinggi DKI dan Polda Metro Jaya yang tidak memproses pengaduan masyarakat tentang dugaan penyimpangan kinerja Aetra. "Wajar kalau pelanggan air bersih menuduh, penegak hukum melindungi dugaan tindak pelanggaran hukum yang dilakukan Aetra," ucapnya.

Sementara Manajer Area Bisnis Balai Pustaka Hendra Tenaya mengatakan, pemutusan di rumah Tom dilakukan karena sejak September, tagihannya belum dibayar. "Tagihannya mencapai Rp 1,7 juta plus denda. Sesuai dalam Perda, kalau pelanggan menunggak satu bulan diberi surat peringatan, kemudian bila tidak dibayar juga maka dilakukan pemutusan jaringan dan meterannya," kata Hendra.(wok)

PERUSAHAAN Daerah Air Minum (PDAM) Jaya dinilai gagal memberikan layanan pada masyarakat ibu kota. Kualitas air bersih perpipaan itu masih jauh dari


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News