Aksi 1.000 Lilin Tegang, Digeruduk Penolak, Massa Kocar-kacir

Aksi 1.000 Lilin Tegang, Digeruduk Penolak, Massa Kocar-kacir
BATAL NYALAKAN LILIN. Rencana menyalakan seribu lilin di Bundaran Digulis Untan, Pontianak, batal total lantaran keberatan sekelompok masyarakat yang datang dan menolak aksi tersebut, Minggu (14/5). Foto: Achmad Mundzirin/Rakyat Kalbar/JPNN.com

Kata Jacki, Kota Pontianak memiliki sejarah ratusan tahun dengan harmonisasi berbagai etnis sudah hidup bersama, dengan toleransi yang selalu terjaga selama ini.

Sementara itu, di kawasan utara Kalbar, tepatnya di Samalantan, Kabupaten Bengkayang, 300 lilin dinyalakan di Tugu Pancasila.

Tujuannya, memberikan dukungan moral untuk Ahok. Sekitar 300 warga Dusun Samano, Desa Samalantan, dan beberapa warga Kecamatan Monterado berdoa bersama dan menyanyikan lagu nasional Sabtu (13/5) malam dari pukul 20.30 hingga pukul 21.30.

Albertus Rodi selaku koordinator bersama temannya Ison Lineker, Pijai, Yosepin Pamera, juga sebagai pembantu kegiatan Amal Solidaritas Mendukung Bebaskan Ahok.

“Hadir sekitar 300 orang berdoa menurut kepercayaan masing masing dan menyalakan lilin sebagai simbol terang yang menghalau kegelapan sebagai bentuk dukungan bebaskan Ahok,” katanya.

Begitu memasuki acara puncak, lampu padam tetapi tidak menyurutkan semangat warga. Acara tanpa orasi karena sudah malam dan khawatir mengganggu warga Samalantan yang ingin istirahat. (moh)

 


Ratusan massa aksi berkostum merah berkumpul di Taman Digulis Untan, Pontianak, Kalbar, jelang senja, Minggu (14/5). Mereka merencanakan aksi seribu


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News