Selasa, 25 Juni 2019 – 00:55 WIB

Aksi 212 dan Komitmen Jokowi pada Umat Islam

Senin, 05 Desember 2016 – 11:11 WIB
Aksi 212 dan Komitmen Jokowi pada Umat Islam - JPNN.COM

Foto: Instagram/jokowi

KEHADIRAN Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Aksi Bela Islam III atau Aksi 212 di Monas pada Jumat, 2 Desember tentu merupakan kejutan luar biasa bagi rakyat Indonesia. Jokowi yang sebelumnya tidak menemui massa Aksi Bela Islam II di depan Istana Negara pada 4 November silam, justru berbaur dengan massa Aksi 212 di Monas untuk salat Jumat bersama.

Jokowi bahkan menyempatkan berpidato di depan massa Aksi 212. Sesuatu yang sebelumnya tak diduga-duga oleh massa aksi.

Tapi harus dicatat, kehadiran Jokowi di Monas itu tidak bisa hanya dianggap sebagai sebuah kejutan. Ada sikap kenegarawanan dalam tindakan Jokowi di depan massa Aksi 212. Selama ini,  Jokowi melihat Islam di Indonesia tidak hanya sebagai agama saja, tapi juga  merupakan kekuatan sosial politik yang merupakan bagian dari kebhinnekaan bangsa.

Karenanya saya tidak terkejut dengan kehadiran Presiden Jokowi dalam salat Jumat di Monas itu. Dalam beberapa kali diskusi dengan Jokowi, cara pandangya terhadap ke-Islaman dan ke-Indonesia-an memang seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Jokowi berargumen bahwa Islam di Indonesia tidak sekedar sebagai agama mayoritas, tapi juga civilization (peradaban) yang memengaruhi perjalanan sejarah dan budaya bangsa. Jokowi memandang Islam telah berakulturasi dalam proses budaya bangsa.

Contoh paling mudah adalah ketika seorang ibu mulai mengandung, memasuki masa tujuh bulan, kelahiran hingga akikah, ada pengaruh Islam yang menjadi rujukan. Bahkan dalam hal pernikahan dan kematian, masyarakat menempatkan Islam sebagai rujukan.

Ajaran Islam sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat kita sejak datangnya Wali Songo di tanah Jawa. Dan itu terus berlangsung hingga kini.

Karenanya, konstruksi berpikir Jokowi memang menempatkan kerja keras untuk memajukan bangsa di segala bidang dan berhasil atau tidaknya akan sangat dirasakan oleh umat Islam selaku pemegang saham mayoritas republik ini yang hidup berdampingan dengan umat beragama lain.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar